JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puting Beliung Porak-porandakan Satu Desa di Jenar Sragen. 101 Rumah Rusak, Puluhan Pohon Bertumbangan

Tim gabungan dari BPBD dan beberapa unsur saat mengevakuasi pohon tumbang dan rumah rusak diterjang puting beliung di Desa Dawung, Jenar, Sabtu (12/1/2019) malam. Foto/Wardoyo
Tim gabungan dari BPBD dan beberapa unsur saat mengevakuasi pohon tumbang dan rumah rusak diterjang puting beliung di Desa Dawung, Jenar, Sabtu (12/1/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Musibah angin puting beliung menerjang wilayah Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Sabtu (12/1/2019) malam. Terjangan angin berkecepatan tinggi itu memporak-porandakan sejumlah dukuh di desa tersebut.

Data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sementara ada 101 rumah yang rusak dalam kejadian itu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, angin menerjang sekira pukul 18.30 WIB bersamaan dengan hujan yang mengguyur. Meski hanya sekitar 15 menit, angin memporak-porandakan Desa Dawung.

Baca Juga :  3 Pasien Jadi Sumber Penularan, Berikut Daftar 6 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Dua Orang Dalam Kondisi Dirawat di Rumah Sakit!

Wilayah terparah ada di Dukuh Sumberejo meliputi RT 9 dan 11. Kemudian Dukuh Dawung Desa Dawung meliputi 6 RT.

“Di Dukuh Sumberejo menerjang RT 9 dan 11. Di Dukuh Dawung yang terdampak RT 4,5,6,7,8 dan 10,” papar Kalakhar BPBD Sragen, Sugeng Priyono, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, dari lokasi itu, total ada 101 rumah warga yang rusak. Kerusakan mayoritas dalam taraf ringan yakni gentingnya rontok atau kabur diterjang angin.

Baca Juga :  Polres Sragen Bekuk Predator Anak di Bawah Umur asal Mondokan. Bermodus Ancam Viralkan Foto-Foto Korban, Pelaku Perkosa Korban-Korbannya di Kuburan Cina

Selain itu, angin puting beliung juga menumbangkan puluhan pohon di wilayah setempat. Sebagian pohon tumbang adalah turus jalan yang menutup badan jalan sehingga sempat mengganggu arus kendaraan.

“Tidak ada warga yang mengungsi. Proses evakuasi masih berlangsung dari tadi malam hingga hari ini. Ini kami masih di lapangan melakukan action untuk penanganan,” tuturnya. Wardoyo