loading...
Loading...
Ilustrasi

JAKARTA – Kedua calon presiden, baik Jokowi maupun Pravowo sama-sama dituntut untuk menjelaskan secara gamblang dan konkret mengenai komitmen mereka terkait Hak Azasi Manusia (HAM) dalam debat pertama 17 Januari mendatang.

Hal itu disampaiakan oleh Staf Biro Penelitian
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar.
Seperti diketahui,  debat pertama mendatang  akan mengangkat isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

“Kami harapkan muncul satu cara yang konkret,” kata Rivanlee di kantornya, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/ 2019).

Baca Juga :  Pilkada Serentak Bakal Digelar September  2020

Rivanlee menuturkan, penjabaran komitmen itu harus serinci mungkin. Semisal, baik Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah menyebutkan komitmen penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu dalam visi misinya. Rivanlee mengatakan mekanisme penuntasan kasus itu pun harus jelas.

“Soal apakah akan menyelesaikan melalui mekanisme yudisial atau nonyudisial, ya sebut saja,” kata dia.

Koordinator KontraS Yati Andriyani sebelumnya memprediksi komitmen HAM Jokowi dan Prabowo tak muncul dalam debat pilpres. Sebab, kata Yati, format dan aturan debat yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum justru tak membuka ruang untuk itu.

Baca Juga :  Densus 88 Ringkus 4 Orang Terduga Teroris di Bekasi

Yati menyoal tiga aturan KPU, yakni diberikannya pertanyaan debat kepada capres-cawapres, urungnya pemaparan visi misi yang difasilitasi KPU, dan tak diangkatnya isu spesifik dalam pertanyaan yang disusun panelis. Menurut dia, ketiga keputusan KPU ini malah mereduksi esensi debat dan berpotensi membuat isu HAM tak mendapat tempat.

Baca Juga :  Soal Usulan Pembubaran Koalisi, Alumni 212 Tandaskan Urusan Koalisi Bukan Hanya Milik Parpol

Yati pun mencontohkan pengembalian sembilan berkas penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ihwal kasus pelanggaran HAM masa lalu oleh Kejaksaan Agung pada 27 November lalu. Menurut dia, isu ini seharusnya mendapat perhatian khusus dalam debat.

“Harusnya isu ini di-highlight secara khusus untuk menguji komitmen kedua pasangan, bagaimana agar tidak berlarut-larut,” ujar Yati tentang materi Debat Capres jilid pertama tersebut. #tempo.co

Loading...