loading...
Loading...
Humas UNS

SOLO– Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Ravik Karsidi menyisipkan pesan anti kampanye yang ditujukan kepada seluruh mahasiswwa peserta Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Jamuari-Februari 2019. Rektor menegaskan agar mahasiswa peserta KKN tidak berkampanye di tengah masyarakat, saat upacara pelepasan, Selasa (15/1/2019).

Menurut Prof Ravik, hal itu harus ditegaskan karena saat ini dalam suasana pemilu dan INS merupakan lembaga pendidikan yang memiliki aturan sendiri.

“Ini sudah suasana pemilu, di lokasi KKN jangan ajak orang lain untuk mengikuti pilihan anda (mahasiswa, red). Jadilah netral, jadikan pilihan itu untuk anda (mahasiswa, red) sendiri. Memang setiap orang dan termasuk mahasiswa mempunyai hak politik. Mereka sudah jadi pemilih, meski pemilih pemula. Oleh karena itu, di lapangan jangan tergoda, meskipun dia menjadi pendukung salah satu paslon,” urainya.

Baca Juga :  UNS Gelar Sosialisasi SNMPTN, UTBK dan SBMPTN Kepada SMA/MA/SMK se-Soloraya

Rektor juga mengungkapkan, saat berada di lokasi KKN, mahasiswa harus fokus pada program kerja yang diusungnya.

“Jangan seperti pengalaman tahun lalu, KKN di daerah wisata kemudian tergoda untuk berwisata tetapi pulang tinggal jasadnya. Jangan terjadi, itu juga merepotkan kami,” ujarmya.

Jika mahasiswa terbukti melakukan kampanye di lokasi KKN maka akan ada sanksi, baik sanksi akademik maupun nonakademik.

“UNS adalah lembaga yang punya aturan. Punya regulasi yang harus ditaati,” tandasnya.

Sementara itu, UNS memberangkatkan sebanyak 1.756 mahasiswa dan 80 dosen pembimbing lapangan dalam KKN Periode X kali ini. Untuk jumlah mahasiswa yang KKN di Pulau Jawa sebanyak 1.390 mahasiswa yang tersebar di 19 kabupaten, 26 kecamatan, dan 134 desa. Sedangkan 366 mahasiswa melaksanakan KKN di luar Jawa yang tersebar di 1 kabupaten, 16 kecamatan, dan 17 desa. Selain itu ada satu lokasi di luar negeri, yaitu Sabah, Malaysia. Triawati PP

Loading...