JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ahmad Dhani Sebut Penjara Untuk Ujian Kesabaran, tapi Masih Ada Kata “Laknat” di Suratnya

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tempo.co

JAKARTA – Di dalam Rutan Medaeng Jawa Timur, musisi yang juga terpidana kasus ujaran kebencian, Ahmad Dhani menulis surat untuk ibunya, Joyce Theresia Pamela.
Dalam suratnya yang bertulisan tangan, Ahmad Dhani menyebut penjara bagi yang tidak bersalah sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Kesabaran (STIK).
Namun anehnya, di dalam surat yang sama yang ditujukan untuk mamanya, ia masih menulis  penjara dengan sebutan “laknat”.

Itu adalah surat kedua yang ditulis Ahmad Dhani sejak ditahan di Rutan Medaeng, Jawa Timur. Dalam foto yang ditunjukkan pengacaranya, surat ditulis dengan tulisan tangan di atas selembar kertas tak bergaris.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, Ditetapkan Sebagai Tersangka, Jaksa Pinangki Akhirnya Ditahan

Dalam suratnya itu, Ahmad Dhani meminta mamanya tidak bersedih. Dia yang telah divonis bersalah dalam perkara ujaran kebencian dan kini menghadapi dakwaan pencemaran nama baik itu menjelaskan arti penjara versinya.

Surat tersebut dibuka dengan kalimat “Surat untuk Mama… Dari anakmu tercinta.” Isinya ditulis dengan sebagian huruf dan kata bergaris tebal dan kapital. Berikut isi surat itu selengkapnya,

Ma, penjara bagi mereka yang tidak bersalah ….
adalah STIK
Sekolah Tinggi Ilmu Kesabaran
Alhamdulillah sekarang aku menjadi orang yang lebih SABAR.
mama jangan sedih
mama jangan menangis,
Keluar dari penjara laknat ini,
Insyaallah aku menjadi orang
yg lebih sabar.

Baca Juga :  Dua Orang Saksi Kasus Joko S Tjandra dan Jaksa Pinangki Mangkir

Surat ditutup dengan bubuhan nama dan tanda tangan Ahmad Dhani. Waktu dan lokasi yang disertakan: Hotel Medaeng, 13 Februari 2019.

Pengacara Ali Lubis menyatakan surat ditulis tangan Ahmad Dhani. “Surat itu ditulis langsung Ahmad Dhani. Saya mendapatkan dari istrinya, Mbak Mulan Jameela,” kata Ali melalui pesan singkat, Kamis (14/2/ 2019).

www.tempo.co