loading...
Loading...
Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saling menyapa disaksikan Ketua KPU Arief Budiman saat debat capres 2019 sesi kedua di Hotel Sultan, Jakarta,Minggu, 17 Februari 2019. tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga menilai pertanyaan capres Joko Widodo (Jokowi) soal unicorn ke capres Prabowo Subianto bertendensi jebakan.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua (BPN) Priyo Budi Santoso. Dia menyebut hanya segelintir orang yang mengerti maksud dari unicorn tersebut.

“Ini pertanyaan sebenarnya agak aneh bin ajaib, tendensi menjebak. Ada unicorn itu jutaan rakyat mana ada yang tahu. Di sini saja setengah yang tahu,” ujar Priyo di Hotel Sultan Jakarta, Minggu, (17/2/2019).

Baca Juga :  Kerusuhan Tanah Abang, Polisi Tangkap 69 Provokator Berasal dari Luar Jakarta

Menurut Priyo, pertanyaan tersebut dilontarkan Jokowi agar dia terlihat tahu banyak hal terkait perusahaan rintisan atau start-up dan sebagainya. “Mau tidak Jokowi ditanya soal rudal oleh Pak Prabowo? Misalnya rudah alat perang kita,” katanya.

Priyo menilai pertanyaan soal unicorn oleh Jokowi diduga hanya untuk mempermalukan Prabowo. Padahal, kata dia, seharusnya pertanyaan harus lebih mengarah ke sesuatu yang mengunggah dan untuk menginspirasi dalam menjawab.

Dalam debat segmen kelima malam tadi, Jokowi bertanya tentang strategi Prabowo dalam mendukung kemajuan unicorn di Indonesia. “Infrastruktur apa yang akan bapak bangun untuk mendukung pengembangan unicorn-unicorn di Indonesia,” tanya Jokowi saat debat di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca Juga :  KPU Yakin 22 Mei Rekapitulasi Suara Pemilu Kelar

Prabowo tampak kebingungan dengan istilah unicorn saat ditanya oleh Jokowi. Mendengar pertanyaan Jokowi itu, Prabowo balik bertanya. “Yang Bapak maksud unicorn, maksudnya yang apa itu, yang online-online itu,” katanya. Mendengar ucapan Prabowo, Jokowi hanya mengangguk-angguk saja.

Unicorn yang dimaksud Jokowi merupakan sebutan bagi start-up alias perusahaan rintisan yang bernilai di atas US$ 1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun (kurs Rp 14.100 per dollar AS). Indonesia saat ini telah memiliki empat unicorn, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Baca Juga :  Agar Hoaks Demo 22 Mei Tak Tersebar Luas, Pemerintah Batasi Fitur Foto dan Video di Medsos WA, FB dan IG

www.tempo.co

Loading...