JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Hamili ABG di Hutan Pinus Pasekan Eromoko Wonogiri, Pelaku Diburu Kasatreskrim dan Jajarannya. Ini Barang Bukti yang Berhasil Diamankan

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -AKP Aditya Mulya Ramadhani, selaku Kasatreskrim Polres Wonogiri memimpin perburuan terhadap terduga pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Pasekan, Eromoko, Wonogiri.

Petugas saat ini telah mengamankan sejumlah barang bukti. Selain itu, melakukan pendampingan terhadap korban oleh Unit PPA Polres Wonogiri, terlebih korban sudah dalam keadaan hamil.

Kapolres AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Rabu (27/2/2019) menerangkan, sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Eromoko. Berbagai barang bukti juga sudah diamankan. Meliputi baju/kaos warna kuning, rok jeans warna biru, celana dalam warna ungu, bra warna coklat, dan jilbab warna merah maron.

Baca Juga :  Ini Cerita Penemuan Benda Diduga Bom Buku di Tukluk Desa Sejati Kecamatan Giriwoyo Wonogiri. Takut, Akhirnya Dibuang ke Sungai

“Terlapor diduga kuat melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 UU RI nomor 17 Th 2016 perubahan kedua atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata dia.

Kasus persetubuhan tersebut di laporkan pada Senin (25/2/2019) pukul pukul 17.15 WIB, di Polsek Eromoko. Pelapor yakni MN (74) warga Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Sedangkan korbannya yakni Bunga (17), cucu pelapor. Terlapor yakni EA (21) warga Dusun Pucung Lor, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Sembuh dari COVID-19 di Wonogiri Meroket di Angka 138, Kasus Terkonfirmasi Positif Menjadi 156

Peristiwa bermula dari Senin (31/12/2018) tahun lalu sekitar pukul 16.00 WIB, terlapor menjemput korban di rumahnya. Kemudian korban diajak main di hutan Pinus Dusun Kajar, RT 2 RW 5, Desa Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Keduanya berboncengan sepeda motor Honda Megapro.

Sesampainya di hutan pinus keduanya berbincang-bincang. Kemudian terlapor merayu korban untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri serta berjanji untuk menikahi korban.

“Namun ternyata, setelah korban hamil terlapor tidak mau tanggungjawab. Selanjutnya korban memberi tahu kepada neneknya, dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Eromoko,” tandas dia. Aris Arianto