loading...
Istimewa

SOLO– Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Ravik Karsidi, selama dua hari yaitu Rabu (30/1/2019) dan Kamis (31/1/2019) mengadakan kunjungan kerja di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam kunjungan kerja tersebut, Rektor menyerahkan 125 unit Hunian Sementara (Huntara) kepada masyarakat korban gempa Lombok di Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara.

Dalam kunjungan kerja tersebut Rektor juga meresmikan penggunaan Masjid Nurul Muttaqin Desa Gumantar yang merupakan sumbangan dari berbagai pihak yang diinisiasi oleh Tim Tanggap Bencana  UNS. Penyerahan Huntara dan peresmian Masjid Nurul Muttaqin disaksikan oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifuddin, serta Camat dan Kepala Desa Gumantar.

Dalam kesempatan kunjungan di desa Gumantar itu , Rektor UNS juga menyerahkan alat pemecah mete untuk peningkatan produksi rumah tangga mete sebagai potensi unggulan di desa tersebut. Potensi yang juga diberdayakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah pemberdayaan desa adat Belek Gumantar yang disepakati bersama masyarakat untuk dikembangkan ke depan sebagai desa wisata.

Baca Juga :  Kodiklatau Tutup Sejurla Radar Darat Master T Angkatan 2

Saat ini ada 60 orang mahasiswa UNS yang sedang melaksanakan KKN di Gumantar dan 40 orang mahasiswa lainnya di Desa Malaka. Kedua desa tersebut telah dijadikan desa binaan UNS sejak tahun 2015.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan UNS didalam program Tanggap Bencana Gempa Lombok,” terang Ravik dalam rilis yang diterima Jumat (1/2/2019).

Sementara itu,  Koordinator Posko Tanggap Bencana Gempa UNS di Lombok, Prof Hartono menambahkan,

Loading...

sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, bahwa UNS telah mendirikan Posko Tanggap Bencana Gempa Lombok yang dipusatkan di Desa Gumantar, Lombok Utara. Posko Tanggap Bencana tersebut  merupakan kerjasama dengan berbagai pihak seperti RSUD dr. Moewardi Solo, RSO Prof. Soeharso Solo, PMI Solo, Pemkab Sragen, SAR UNS, Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran UNS, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Pusat dan Cabang Lombok, Mapala Vagus, IDI dan IBI Klaten serta  didukung olah TNI dan Polri.

Baca Juga :  58 Kotak Suara Kardus Rusak, KPU Solo Klaim Bukan Karena Bahan Dasar

Program Tanggap Bencana Gempa UNS di Lombok dibagi menjadi tiga tahap, dimulai dari program tanggap darurat pada Minggu pertama pasca bencana gempa di Bulan Agustus 2018. Pada tahap kedua merupakan tahapan pemulihan dan rekonstruksi serta tahap ketiga adalah program perkuatan dan pemberdayaan ekonomi pasca gempa yang dilakukan oleh Tim mahasiswa KKN UNS.

Di dalam tahap pemulihan dan rekonstruksi telah dilakukan banyak kegiatan diantaranya pembagian air bersih, pelayanan kesehatan 24 jam, trauma healing, pemulihan administrasi dan pemerintahan desa, perbaikan instalasi air bersih sepanjang 5 Kilometer (Km), pembangunan masjid dan pembangunan rumah semi permanen tahan gempa.

Baca Juga :  STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta Berubah  Jadi Institut Teknologi Sains dan Kesehatan PKU Muhammadiyah Surakarta

Dalam program perkuatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pasca gempa telah dimulai tanggal 15 Januari 2019 selama 45 hari yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UNS dengan memusatkan pada program pemuliham ekonomi yang berbasis pertanian. Pendampingan kegiatan tanggap bencana dan KKN ini juga dilakukan  bersama keluarga Ikatan Alumni UNS di Lombok. Triawati PP


Loading...