JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Sirine Deteksi Dini Berbunyi, Puluhan Warga di Wilayah Tanah Gerak Magelang Langsung Panik

Humas Polda Jateng
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Humas Polda Jateng

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Sirine EWS (Early Warning Sistem) yang terpasang di Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, mendadak berbunyi, Minggu (24/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Sontak saja, puluhan warga langsung panik.

Early Warning Sistem (EWS) merupakan alat pemantau pergerakan tanah, yang mana akan berbunyi apabila ada tanah bergerak atau alat tersebut di pasang di tanah yang berpotensi longsor.

Dan bisa dikatakan bahwa EWS itu sendiri adalah alarm bagi warga yang berpotensi berdampak kelongsoran tanah.

Untuk Sirine EWS yang terpasang di Dusun Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, telah berbunyi sehubungan dengan instensitas curah hujan yang cukup deras dan lama.

Baca Juga :  Promosi Sektor Pariwista Kota Terus Dipacu, Pemkot Semarang Jalin Kerjasama dengan Pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani

Akibat bunyinya sirine EWS tersebut, mengakibatkan kepanikan beberapa warga masyarakat. Kemudian Pemerintah Desa langsung bekerja cepat, bekerja sama dengan Instansi terkait mengungsikan beberapa keluarga di tempat yang aman, yaitu di Masjid Kudusan, Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Selanjutnya menginap di rumah saudaranya masing-masing, sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Grabag, Polres Magelang, Polda Jateng, AKP Joko Hero dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, sementara ini kondisi dalam keadaan aman, pergerakan tanah ada dan terus dalam pantauan.

Baca Juga :  Ganasnya Bara Api Hanguskan Gedung di Pabrik Pengolahan Kayu Sengon

“Polsek Grabag melaksanakan patroli dan menghimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan antisipasi tanah longsor” jelas Kapolsek Grabag dalam keterangannya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Tidak hanya anggota kepolisian saja,  yang terlibat dalam pemantauan dan monitoring situasi ini, namun Kepolisian juga dibantu oleh Tim SAR gabungan, seperti OPRB Tirto, SAR Grabag, Polsek Grabag, Koramil 06/Grabag, Grascom, CCM, dan Perangkat Desa Tirto itu sendiri. Wardoyo