JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sudah 18 Jam Lebih, Kebakaran di Pelabuhan Muara Baru Belum Juga Padam, Kapal-kapal yang Terbakar Masih Keluarkan Asap

Proses pemadaman puluhan kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, masih berlangsung hingga pukul 9.02 WIB, Minggu (14/2/2019) pagi. TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Proses pemadaman puluhan kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, masih berlangsung hingga pukul 9.02 WIB, Minggu (14/2/2019) pagi. TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Upaya pemadaman puluhan kapal nelayan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, masih terus dilakukan. Hingga pukul 9.02 WIB, Minggu (14/2/2019) pagi kapal-kapal yang terbakar masih mengeluarkan asap.

Kebakaran terjadi sejak Sabtu (23/2/2019) sore sekitar pukul 15.16 WIB.

Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara masih berjibaku menyemprotkan air ke kapal-kapal yang masih mengeluarkan asap.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Putut Jantoko mencatat, hingga pagi ini sedikitnya ada 18 kapal nelayan yang terbakar.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Covid-19 Baru 20 Persen, Jokowi: Kementerian Tak Paham Prioritas

“Kalau dari kemarin kejadian awal sampai hari ini total yang terbakar ada 18 kapal,” kata Putut di lokasi.

Pantauan TribunJakarta.com, penyemprotan air ke kapal-kapal terus dilakukan petugas pemadam kebakaran untuk memastikan api betul-betul padam.

Menurut Putut, hingga pagi ini masih ditemukan penyalaan pada kapal yang terbakar karena disinyalir titik-titik api juga masih ada.

“Masih ada penyalaan disebabkan ada titik api yang masih tersembunyi yang tidak bisa kita atasi walaupun sudah maksimal sejak kemarin,” kata Putut.

Baca Juga :  29 Kantor di DKI Jakarta Ditutup, 26 Karena Kasus Covid, 3 Langgar Protokol Kesehatan

Selain masih adanya titik api, Putut juga menyebutkan kendala yang ditemui di lapangan berkaitan dengan bahan mudah terbakar di kapal.

Belum lagi angin kencang menyebabkan kebakaran sulit dipadamkan.

“Material di sini sangat mudah terbakar ada fiber, dan sebagainya ya. Sangat menggangu, kulit kita gatal. Ada solarnya juga karena semalam mereka mau berangkat berlabuh untuk mencari ikan dengan dipenuhi solar,” kata Putut.

Adapun saat ini ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang masih siaga di lokasi.

www.tribunnews.com