JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ungkap Kejanggalan, Calon Kades Sumberejo Karanganyar Tuding Hasil Pilkades Cacat Hukum! 

Kuasa hukum calon kades Sumberejo saat menunjukkan surat keberatan. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kuasa hukum calon kades Sumberejo saat menunjukkan surat keberatan. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM Sejumlah calon kepala desa yang berlaga di Pilkades serentak 20 Februari 2019 lalu menyatakan keberatan terhadap hasil akhir pemilihan kepala desa (pilkades). Bahkan salah satu calon kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Djumadi, melalui penasehat hukumnya, Wijayono Hadi Sukrisno mendesak bupati menunda pelantikan untuk dilakukan pilkades ulang.

Wijayono Hadi Sukrisno mengatakan, saat pelaksanaan pemilihan kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, terjadi banyak kejanggalan dan terindikasi melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Ia mengungkapkan, saat dilakukan pencoblosan, panitia pemilihan hanya memberikan surat suara dengan menunjukkan surat undangan, tanpa menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), yang menegaskan jika pemilih tersebut merupakan warga Sumberejo.

Baca Juga :  Satu Polisi Positif Covid-19, Kantor Samsat Karanganyar Masih Buka Seperti Biasa. Pihak Samsat dan Polres Enggan Komentar

Hal itu dinilai melanggar  pasal 44 ayat (2) Perbup Karanganyar Nomor 66 tahun 2018 tentang Kepala Desa.

Lantas, saat pemilih menerima surat suara dari panitia pemilihan, surat suara dalam keadaan tertutup. Sehingga, patut diduga, surat suara tersebut cacat hukum atau sudah dalam keadaan tercoblos. Hal ini melanggar pasal 45 ayat (1) Perbup Karanganyar Nomor 66 tahun 2018 tentang Kades.

“Dengan adanya dugaan pelanggaran tersebut, maka  berita acara nomor 16/pilkades//II/2019 tertanggal 20 februari 2019, berita acara no 18/pilkades/II/2019 serta surat keputusan panitia pemilihan tingkat desa No SK.04/pilkades/II/2019, karena didasarkan pada perbuatan melawan hukum, maka seluruh surat in casu tersebut cacat hukum,” jelasnya, Selasa (26/02/2019).

Baca Juga :  Mendadak Pindah dari Penggali Tanah ke Pendorong Angkong, Triyanto Selamat dari Musibah Longsor Kemuning

Ditambahkannya, tidak hanya melakukan pelanggaran secara administrasi, panitia pemilihan kepala desa Sumberejo, juga dinilai tidak menjaga netralitas, sebagaimana yang diatur dalam pasal 15 ayat (4) Perbup Karanganyar  nomor 66 tahun 2018.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pemillihan kepala desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, diikuti oleh tiga calon, masing-masing, Djumadi, Wiyono dan Sutopo yang merupakan kepala desa petahana. Dalam pemilihan kepala desa ini, Sutopo terpilih kembali menjadi kepala desa. Wardoyo