JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Antisipasi Terjadinya Kerusuhan di Solo, Polres Sukoharjo Lakukan Penyekatan di 5 Titik Ini

Sispamkota di Bunderan Tanjung Anom Sukoharjo. Dok. Humas Polda Jateng.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Sispamkota di Bunderan Tanjung Anom Sukoharjo. Dok. Humas Polda Jateng.

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Jajaran Polres Sukoharjo telah memiliki skenario matang terkait resiko terburuk berupa kerusuhan massa pada Pemilu 2019 ini.

Salah satunya antisipasi saat terjadi kerusuhan di Kota Solo hingga meluas ke wilayah Sukoharjo. Jika hal ini terjadi Polres Sukoharjo bakal melakukan penyekatan di sedikitnya lima titik.

Kabag Ops Polres Sukoharjo Kompol Teguh Prasetyo mewakili Kapolres AKBP Iwan Saktiadi telah menggelar latihan terkait hal itu berupa sistem keamanan kota (sispamkota). Dalam skenarionya terdapat situasi berupa kerusuhan, kemudian ada massa berbondong-bondong yang ingin masuk ke Sukoharjo.

Baca Juga :  Terus Bertambah, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Mencapai Angka 288

“Di Tanjung Anom ada penyekatan melalui instruksi pimpinan, tim Polres Sukoharjo untuk menghalau massa agar kembali ke kota Solo,” ungkap dia, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, dalam simulasi tersebut juga digambarkan adanya penjarahan yang berhasil digagalkan oleh tim Polres Sukoharjo.

“ Kami gambarkan seolah-olah terjadi penjarahan atas tidak kondusifnya saat Pemilu berlangsung ,” tuturya.

Menurutnya, selain di bunderan Tanjung Anom tim Polres Sukoharjo juga melakukan penyekatan di empat titik lainnya. Seperti di Jembatan Mojo, Makamhaji, Kaliwingko, dan Kleco.

Baca Juga :  Oalah, Gegara Dipecat Dari Pekerjaan Lantaran Terdampak Pandemi Pria ini Pilih Jadi Kurir Sabu, Tidak Disangka Ternyata Segini Upahnya

Pelatihan Sispamkota, jelas dia, digelar di bunderan Tanjung Anom, Grogol Sukoharjo, Rabu (13/3/2019) yang merupakan perbatasan dari Kota Solo dan Sukoharjo. Pelatihan ini melibatkan sekitar 110 personil gabungan Polres Sukoharjo mulai dari Satlantas, Dalmas, Intelkam, Satreskrim dan tim Dokkes.

Dalam pelatihan tersebut, diperagakan sebagai antisipasi apabila di wilayah Kota Solo terjadi situasi kontijensi atau rusuh massa pasca pemilu nanti. Aris Arianto