loading...
Loading...
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup saat meresmikan Balai Desa Mojodoyong, Kedawung. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta balai desa harus menjadi pusat pelayanan masyarakat. Ia juga mengimbau kepada para perangkat desa untuk melaksanakan pelayanan masyarakat dengan sepenuh hati.

Hal itu disampaikan saat menghadiri peresmian Balai Desa Mojodoyong, Kedawung, Senin (11/3/2019) malam.

“Saya mendapat laporan dari masyarakat melalui media sosial yang mengeluhkan kantor balai desa di mana pukul 09.00 WIB belum buka dan pukul 10.00 sudah tutup,” paparnya.

Baca Juga :  Awas, Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran Meningkat. Ini Kesaksian Korban-Korban Uang Palsu di Sejumlah Pasar di Sragen

Bupati berharap dengan pembangunan balai desa itu nantinya bisa mempengaruhi semangat kerja aparatur desa untuk lebih memaksimalkan lagi pelayanan kepada masyarakat.

Pembangunan balai desa itu diharapkan juga dijadikan momentum peresmian sebagai upaya kbersama di dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya masyarakat Desa Mojodoyong, Kecamatan Kedawung.

Baca Juga :  Menengok Kerasnya Latihan Menembak Prajurit Kodim Sragen. Bulan Puasa Tetap Jalan, Satu Amunisi Hilang Hukuman 10 Push Up Mengadang 

“Jika semua Kecamatan di Kabupaten Sragen seperti ini, saya yakin pembangunan akan merata dan semakin maju,” katanya.

Dalam acara peresmian tersebut, Kepala Desa Mojodoyong Kasidi, mengatakan, balai desa yang diresmikan bupati tersebut seluas 8.000 meter persegi.

Pembangunan Balai Desa Mojodoyong dilakukan dengan menggunakan dana kas desa. Dana yang dibutuhkan untuk membangun kantor itu sekitar Rp 270 juta. Wardoyo

Baca Juga :  Petasan Modifikasi Meledak di Karangtalun Sragen, Satu Rumah Warga Terbakar 

 

Loading...