loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Setelah disegel sejak Jumat (15/3/2019),  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku belum tahu dokumen apa  saja yang diambil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya belum mengetahui apa yang diambil karena baru akan masuk,” kata Lukman Hakim Saifuddin menjelang masuk ruang kerjanya di kantor Kemenag, area Lapangan Banteng, Jakarta, Senin.

Lukman Hakim Saifuddin mengatakan  dia menuju tempat kerjanya setelah ada informasi ruangannya sudah tidak disegel dan bisa kembali digunakan seperti sedia kala.

Baca Juga :  Rusuh 22 Mei, Polisi Ringkus 4 Pencuri Pistol Glock 17 Brimob

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) TELAH menyita uang ratusan juta dalam bentuk rupiah dan dolar dari penggeledahan di kantor Kementerian Agama.Uang tersebut ditemukan di ruang KERJA Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Untuk total pastinya masih kami hitung. Nanti detailnya kami update lagi,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin (18/3/2019).

Selain uang, penyidik juga menemukan sejumlah dokumen terkait tahapan dan hasil dari seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Baca Juga :  Kominfo: Berita Hoax di Masa Sidang Sengketa Pilpres Materi Lawas

“Kemudian dokumen terkait hukuman disiplin yang diberikan kepada tersangka Haris Hasanudin,” ucap Febri.

Penyegelan ruang kerja Menteri Agama oleh KPK dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romy) yang diduga terlibat jual beli jabatan pada unit Kemenag di Jawa Timur. KPK sudah menahan Romy beserta dua pejabat Kemenag daerah.

Baca Juga :  Mengaku Dapat Instruksi Rizieq, PA 212 Bakal Gelar Aksi Kawal Sidang MK

“Saya merasa sudah selesai penggeledahannya. Itulah kenapa saya  datang ke sini.”.

Menag mengatakan penyegelan itu tidak mengganggu kesehariannya dalam melaksanakan tugas sebagai menteri. Terlebih penyegelan hanya berlangsung beberapa hari tidak sampai hitunggan pekan.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kemenag untuk memberi dukungan terhadap kinerja KPK. “Dalam rangka mengungkap kasus ini sehingga bisa tuntas, lalu ke depan menatap lebih baik lagi,” kata dia.

www.tempo.co

Loading...