JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ini Aplikasi Online bagi Nelayan Tangerang untuk Tahu Mana Lokasi yang Banyak Ikannya

Tempo.co
Tempo.co

TANGERANG, JOGLOSEMARNEWS.COM
Para nelayan di Kabupaten Tangerang tak punya cara yang lebih efektif untuk melaut dan menangkap ikan.

Pasalnya, dengan kebijakan Go Online, mereka akan tahu lokasi-lokasi mana yang banyak ikannya maupun kondisi cuaca di wilayah perairan tertentu.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memang telah  meluncurkan aplikasi berbasis daring tersebut,  untuk memudahkan para nelayan mencari ikan di laut.

“Kami menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat dengan nama aplikasi Go Online,” kata Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang Arif Faisal, Minggu (3/3/019).

Arif mengatakan aplikasi tersebut dapat memudahkan para nelayan yang akan melaut. Sebelum melaut, kata dia, para nelayan bisa membuka aplikasi tersebut untuk mengetahui lokasi perairan yang terdapat banyak ikan dan kondisi cuaca.

Baca Juga :  Banjir Menerjang, 49 RT dan 23 Jalan di Jakarta Terendam

Aplikasi juga dapat mengetahui jarak tempuh, sehingga bisa memperkirakan kebutuhan bahan bakar yang efektif dan efisien.

“Manfaat aplikasi itu diharapkan nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapan, karena belakangan ini mereka melaut tapi hasil yang diperoleh minim,” kata Arif.

Menurut Arif, ada beberapa konten dalam aplikasi yang mengadopsi beberapa konten Laut Nusantara dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Adapun para nelayan di Kabupaten Tangerang tersebar di delapan kecamatan yakni Kosambi, Teluknaga, Mauk, Sukadiri, Kronjo, Kemiri, Sukadiri dan Pakuhaji.

Baca Juga :  Kasus Joko Tjandra, MAKI Ungkap Dugaan Percakapan Jaksa Pinangki dan Anita Kolopaking

Mereka mendiami pesisir Kabupaten Tangerang yang membentang sepanjang 52 km mulai dari Kosambi, perbatasan langsung dengan DKI Jakarta hingga ke Kronjo, bersebelahan dengan Kabupaten Serang, Banten.

Berdasarkan hasil pendataan dinas terkait, jumlah nelayan di daerah ini mencapai 8.500 orang dan mereka masih membutuhkan bantuan peralatan untuk menangkap ikan.

Selain membuatkan aplikasi, Dinas Perikanan tetap fokus dengan program pemberdayaan ekonomi warga pesisir karena mereka perlu mendapatkan bimbinan teknis dan pembinaan. Program tersebut diwujudkan mulai 2019 hingga 2023 untuk memajukan perekonomian nelayan.

www.tempo.co