loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Penangkapan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Romy) dalam OTT oleh KPK menjadi badai berlipat ganda bagi partai tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno. Dia  menilai, kasus tersebut menjadi batu sandungan di tengah upayanya untuk lolos ke senayan.

“Di tengah upaya tersebut, ketua umum mereka malah ditangkap KPK. Ibarat orang yang sudah jatuh ketimpa tangga pula. Badai PPP berlipat,” ujar Adi saat dihubungi, Jumat (15/3/2019).

Baca Juga :  Sebar Hasutan dan Ujaran Kebencian Terkait 22 Mei, Seorang Pilot Ditangkap

Menurut Adi, partai yang kerap ‘jualan’ ulama dan ka’bah, hal itu akan memunculkan hukuman publik yang justru berlipat ganda. Dampak berikutnya adalah menurunkan elektabilitas partai tersebut.

Romy terkena OTT KPK di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.00 WIB, Jumat (15/3/2019). Romy tiba di gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat malam, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Romy tiba di gedung KPK tepat pukul 20.13 WIB. Ia mengenakan jaket hitam dan topi hitam, serta pakai masker.

Baca Juga :  Aksi Massa 22 Mei, Wiranto Minta TNI-Polri Jaga KPU dengan Pentungan Saja

Romy hanya menunduk ketika tiba di KPK dan enggan memperlihatkan wajahnya, apalagi berbicara kepada awak media. Dia bahkan sempat terlihat linglung ketika diarahkan hendak masuk ke pintu KPK.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sejumlah uang berhasil disita dalam operasi yang melibatkan Romy tersebut. KPK menduga uang itu merupakan bagian transaksi terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama, baik di pusat maupun di daerah.

Selain Romahurmuziy, Febri menyebut ada empat orang lain yang ikut diciduk dalam OTT ini.

Baca Juga :  Kapolri Tegaskan 6 Korban Tewas Bukan oleh Polisi, Ini Alasannya

“KPK mengamankan lima orang setelah diduga terjadi transaksi yang ke sekian kalinya,” kata Febri di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta pada Jumat (15/3/2019).

www.tempo.co

Loading...