JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kisah Haru Gangguan Jiwa AJ yang Sering Kambuh Setiap Musim Pemilu, Ternyata ini Penyebabnya

AJ dipasung di Naringgul Cianjur. Tribunjabar/ istimewa
AJ dipasung di Naringgul Cianjur. Tribunjabar/ istimewa

JOGLOSEMARNEWS.COM – Cerita sedih datang dari kabupaten Cianjur. Penyakit gangguan jiwa AJ (46), warga Kampung Cidalung RT 07/03, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur sering kambuh jika musim pemilu tiba.

Gangguan jiwa ini musiman ini diduga karena AJ kecewa berat dengan calon yang pernah ia dukung pada 2006.

Kekecewaan muncul setelah AJ tak diterima di rumah sang calon setelah menang, tak seperti janji manis yang ia terima saat kampanye.

Kini pihak keluarga sudah tidak sanggup lagi untuk membawa ke rumah sakit jiwa sebab terkendala biaya.

AJ pernah menjabat sebagai ketua RT dan pernah menjadi seorang anggota tim pemenangan satu pasangan calon bupati Cianjur pada 2006.

Ia dijanjikan sesuatu oleh idolanya serta dipersilakan untuk berkunjung ke rumah sang idolanya tanpa harus membawa surat resmi.

Setelah idola yang didukungnya menang, AJ menyempatkan diri berangkat untuk menemui sang idolanya ke kota Cianjur, tujuannya untuk berkunjung ke rumah idolanya dan menagih janji sang idolanya.

Namun setelahnya berkunjung dan sesampainya di rumah idolanya apa yang dialami AJ ternyata jauh dari harapan.

Calon yang dibelanya itu ingkar janji dan AJ pun tidak bisa menemuinya jangankan ketemu dengan sang idolanya, dipersilakan masukpun tidak, ia malah dihadang para penjaganya.

AJ hidup dari keluarga tergolong miskin dan perlu bantuan dari semua pihak, kini AJ ditempatkan oleh keluarganya di ruangan yang mirip-mirip kandang kambing di tengah kebun terbuat dari bambu berukuran 120 cm x 170 cm.

Baca Juga :  Virus Corona Jangkiti 115 Orang Pegawai KPK

Keluarga dan warga sekitar khawatir kalau AJ ditempatkan di rumah yang dekat dengan perkampungan bisa mengamuk.

AJ sempat kabur dan menjebol tembok rumahnya sendiri lalu keluar rumah dengan membawa besi dan mengamuk serta merusak menghancurkan barang barang milik orang lain.

Satu di antaranya yang pernah menjadi korban perusakan adalah mobil milik tetangganya sendiri yang hendak melewati jalan depan rumahnya.

Beruntung dalam insiden itu tidak ada korban jiwa namun hanya kerugian materi yang dialami oleh tetangganya.

Kepala Dusun Cidalung, Rohimat Tryatna ( 47 ), mengatakan, AJ pernah menjadi pejabat RT dan hidup normal berbaur dengan masyarakat lainya, namun setelah AJ mengidolakan dan mendukung salah satu Cawabup pada tahun 2006 dan perjanjiannya tidak dipenuhi AJ jadi seperti ini.

“Setiap mau menjelang musim pemilu penyakit AJ sering kambuh dan sangat mengkhawatirkan sekali malah kalau ditempatkan di ruangan yang bebas tanpa adanya penjagaan ketat AJ sering keluar rumah dan mengamuk ke orang lain, kalau penanganan dan pengobatan kami pihak pemerintah desa dan pihak keluarga sudah melakukan bermacan macam cara,” kata Rohimat.

Menurutnya, baik pengobatan di kampung melalui orang pintar sampai membawa ke RSJ Cisarua Nandung dan yang terakhir dibawa ke yayasan Galuh yang ada di Kota Bekasi.

“Jadi intinya sudah segala cara dilakukan untuk berobat namun tetap penyakitnya belum sembuh -sembuh, dan yang ada semua serba habis untuk membeli obat penenang,” katanya.

Baca Juga :  Muhadjir Minta Gubernur Tak Cuma Tangani Covid-19, Tapi Ekonomi Bermasalah

Rohimat mengatakan, pada intinya pihak keluarga sudah lelah dan sudah kehabisan biaya untuk melakukan pengobatan sehingga jalan terakhir dengan menempatkan AJ ditempat yang mirip-mirip kandang terbuat dari bambu yang sangat kokoh dan kuat jauh dari pemukiman padat penduduk.

“Jadi pada intinya pihak keluarga menempatkan AJ di tempat yang mirip kandang kambing yang terbuat dari Bambu itu untuk menjaga jaga AJ supaya tidak bisa kabur dan keluar rumah, sebab setiap kali keluar rumah warga resah dan ketakutan dan sering menimbulkan keresahan dan berujung kerugian,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan warga lainnya, Ali (33), ia bersama warga lainnya merasakan cemas dan khawatir juga perihatin dengan kondisi penyakit yang diderita AJ yang tidak sembuh-sembuh.

“Padahal dulunya Kang AJ orangnya baik dan bermasyarakat, pendidikannya pun pernah mengenyam bangku sekolah dan kuliah, tapi sekarang kondisinya jadi seperti begini,” katanya.

Ia mengatakan, kalau berbicara berinteraksi dengan warga itu seperti orang normal membahas seputar politik seperti halnya pengamat politik.

“Tapi terkadang suka menakutkan kalau sudah kambuh sering mengamuk dan suka membawa golok atau besi, seperti kejadian belum lama ini Kang AJ merusak mobil tetangganya hingga mobil bagian depannya rusak dan akhirnya kami bersama warga lainya mengumpulkan donasi sumbangan untuk memperbaiki kembali mobil yang dirusak Kang AJ,” katanya.

www.tribunnews.com