loading...
Loading...
Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi saat memimpin konferensi pers. Foto/Humas Polda

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Bidan AJ, tersangka otak sindikat aborsi di Klaten hanya bisa menunduk. Saat dihadirkan di Polres, bidan berusia 23 tahun itu mengaku menyesal.

Ketika diinterograsi Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, AJ mengaku menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukan.

Setelah menjalani proses hukum atas kasus ini dia mengaku akan tobat dan resign dari profesinya sebagai bidan.

“Saya menyesal dan setelah ini akan resign saja”, kata AJ.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari DA (20) yang mengalami kehamilan dengan kekasihnya YJ (23). Selanjutnya mereka berencana menggugurkan kandungan.

Baca Juga :  Tragis Masak Air Kebablasan, Warga di Wirasaba Malah Kehilangan Rumahnya

”Selanjutnya DA dan YJ mencari informasi lewat internet dan mendapati link jasa aborsi yang bernama Aborsi Gastrul Cytotec dengan akun Line, NINDIRAABORSI, adminnya bernama A.N, setelah menghubungi klinik tersebut terjadi kesepakatan harga 11,5 juta rupiah sekali aborsi,” kata Kapolres, Selasa (5/3/2019) dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman menjelaskan menurut pengakuan tersangka dari order 11,5 juta yang disepakati, 10 juta ditransfer untuk AN, 1,3 juta untuk bidan AJ dan 200 ribunya untuk biaya hotel. APS sebagai aisten AN mendapatkan kimisi satu juta rupiah.

Baca Juga :  Dagangan Tuak Beberapa Jeriken Digerebek Polisi, Sarimin Pasrah Diciduk Polisi

“DA dan YJ berangkat dari Pekalongan ke Yogyakarta untuk bertemu dengan asisten dokter NINDIRA yang bernama APS, selanjutnya bersama APS menuju ke Klaten untuk dilakukan tindakan Aborsi di Klinik Bidan Desa AJ yang beralamat di Dukuh Ngebek, Desa Kajen, Kecamatan Ceper,” lanjut Kasat.

Kasat mengungkapkan setelah dilakukan tindakan Aborsi yakni dengan cara menyuntikan cairan berwarna keruh yang bernama TRICLOFEM serta diberikan obat jenis CYTOTEC, kemudian DA dan APS menuju hotel Srikandi di Daerah Karangwuni.

Enam jam kemudian, janin yang dikandung oleh DA keluar di kamar mandi hotel Srikandi, kemudian langsung dikubur oleh YJ di pekarangan kosong pinggir jalan raya Solo Desa Kuncen Kecamatan Ceper. Wardoyo

Baca Juga :  1.648 Pengendara Terjaring Razia di Kendal, 7 Pengendara Meninggal Dunia

 

Loading...