JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pengamat: Berita Hoaks Hanya Memecah Belah, Tak Ngefek Pada Elektabilitas. Hentikan Saja!

berita hoax
ilustrasi. Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Membanjirnya berita-berita palsu alias hoaks, dinilai tidak berpengaruh terhadap elektabilitas kedua kandidat di pilpres 2019.

Demikian pandangan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno. Menurut dia, selama enam bulan masa kampanye, elektabilitas kedua pasangan calon dalam berbagai lembaga survei mandek.

“Artinya politik identitas, tawuran opini, hoaks nggak ada guna. Kalau ada gunannya (ada elektabilitas yang), naik dong,” ujar Adi selepas menghadiri Acara Diskusi Interaktif Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoaks, Tanpa Ujaran Kebencian, Tanpa Isu Sara, bersama Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri di Hotel Bidakara, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga :  Remaja Putri 18 Sering Kunjungi Rumah Pacar, Kepergok Sedang Berduaan di Kamar setelah 4 Hari Diintai

Adi menuturkan, hoaks hanya mempengaruhi antar pendukung. Menurutnya, akibat terburuk dari hoaks yaitu munculnya disintegrasi, rasa tidak percaya dan kerusuhan opini. Sedangkan bagi elektabilitas paslon sendiri nyaris tidak berefek.

Ia menilai, selain merusak relasi pertemanan, fitnah, politik identitas, dan lainnya, hoaks tidak berpengaruh apapun. Apalagi, hingga menggaet swing voters.

Menurut Adi, swing voters tidak akan termakan oleh isu-isu hoaks, karena mayoritasnya mereka adalah pemilih rasional yang menilai paslon dari gagasan atau rekam jejaknya.

“Fitnah itu hanya memakan temannya sendiri, politik identitas itu hanya mengunyah temannya sendiri, tapi tidak bergeser mempengaruhi swing voters,” ucapnya.

Baca Juga :  Terkait Gagasan Jokowi Soal BRIN, Hasto: Jangan Bicara Bagi-bagi Jabatan

Sementara itu, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengimbau agar masyarakat mencegah berita bohong yang tersebar. Ia menyebut langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan, yaitu dengan tidak sembarang menyebar luaskan kabar-kabar yang belum terkonfirmasi.

“Dalam kontestasi politik ini tidak mungkin kita bisa hindari hoaks. Kami (Polri) akan tangkap-tangkap terus (pembuat hoaks). Pencegahan informasi bisa juga dengan tidak sembarang share. Ini yang harus kita jaga,” tuturnya di lokasi yang sama.

www.tempo.co