loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polda Metro Jaya menerjunkan swkitar 5.000 personel untuk mengamankan jalannya aksi Apel Siaga 313 yang digelar oleh Forum Umat Islam (FUI) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Minggu  (931 Maret 2019.

“5.000 lebih personel yang diterjunkan,” ujar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris besar Argo Yuwono, Sabtu (30/3/2019).

Menurut Argo, pengamanan akan dilakukan di seluruh rangkaian aksi. Sebagian personel akan mengawal long march, sementara sisanya akan bersiaga di kantor KPU. “Semua akan diamankan,” kata Argo.

FUI bersama berbagai organisasi kemasyarakatan Islam lainnya akan menggelar Apel Siaga 313. Aksi tersebut akan diawali dengan salat subuh berjemaah di Masjid Agung Sunda Kelapa, dilanjut dengan long march menuju kantor KPU di Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga :  PKS Minta Pemeritah Lakukan Lockdown

Apel Siaga 313 merupakan simulasi dari gerakan ‘Putihkan TPS’ yang digagas oleh FUI bersama dengan ormas Islam lainnya. Gerakan itu secara resmi akan dijalankan pada 17 April 2019 mendatang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Polri memperbolehkan gerakan tersebut. Hanya saja, FUI harus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat.

“Boleh. Tapi harus koordinasi dengan satuan wilayah setempat,” kata dia melalui pesan pendek, Jumat, 29 Maret 2019.

Nantinya, polisi akan memberikan batas kepada FUI dalam melaksanakan aksinya tersebut. “Mereka di luar, dan akan diberi batas,” kata Dedi.

Baca Juga :  Yusril: Pasal-pasal Darurat Sipil Tak Cocok untuk Lawan Corona

FUI sudah mengumumkan akan menjaga setiap TPS di Jakarta pada hari pencoblosan nanti. Ratusan anggota FUI akan mengenakan baju putih sebagai simbol. Sebelum mengawal TPS, umat Islam akan mendengarkan tausiyah dan melaksanakan salat subuh berjamaah.

www.tempo.co