loading...
Loading...
Jenazah almarhum saat tiba di kediaman Selasa (16/4/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Misteri kematian anggota DPRD Sragen, Sugimin (52) di tepi jalan Wonogiri, perlahan terkuak. Pihak kerabat dan orang terdekat meyakini legislator asal Dukuh Karangnongko RT 10/3, Masaran, Sragen itu meninggal akibat korban tindak kejahatan.

“Dari polisi, kemungkinan korban pembiusan. Tapi ini masih dalam penyelidikan. Kami meyakini karena mobil tidak ada, barang-barang HP dan semua kartu ATM tidak ada,” papar Didik Noviyanto, kerabat almarhum ditemui di RSUD Moewardi, Selasa (16/4/2019).

Ia menceritakan kabar kematian almarhum diterima kali pertama pukul 00.30 WIB. Saat itu dari anggota DPD Golkar Wonogiri mengontak Ketua DPD Golkar Sragen, Agus Fatchur Rahman dan mengabarkan penemuan Sugimin di tepi jalan dekat Mapolres lama dalam kondisi tergeletak tengkurap.

Baca Juga :  Reaksi Mantan Bupati Agus Usai Diperiksa Kejari Soal Kasus Kasda. Tegaskan Tak Tahu Menahu Skenario Korupsi Era Untung Wiyono 

“Infonya ada saksi yang menemukan dalam kondisi setengah sadar, lalu dibawa ke RSUD Wonogiri tapi sudah meninggal,” papar Didik.

Seketika menerima kabar itu, kerabat dan tim langsung meluncur ke Wonogiri.

Didik menyebut barang yang hilang adalah mobil Panther ADD 9210 RE yang dikendarai almarhum, HP, dan kartu-kartu berharga lainnya.

Terpisah Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti kepada wartawan Selasa (16/4/2019). Ia mengungkapkan kronologi awal pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait penemuan orang sakit.

Baca Juga :  Mau Mudik Gratis ke Sragen, Pemkab Siapkan 2 Bus dari TMII Jakarta. Simak Cara Mendaftar dan Jadwal Pemberangkatannya! 

Lokasi penemuan di pinggir jalan raya, sebelah SMP Negeri 1 Wonogiri, Selasa (16/4/2019) dini hari.

“Sewaktu anggota kami tiba di TKP, korban sudah dibawa ke RSUD Wonogiri.

“Lalu kami dapat kabar dari rumah sakit, korban sudah meninggal,” ujarnya melalui telepon.

Uri memastikan tidak ada luka fisik di tubuh korban. Dia juga membenarkan pihak keluarga meminta autopsi jenazah untuk mengetahui penyebab kematian Sugimin.

“Kami rujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Ini masih proses autopsi. Kami masih lidik, sehingga tidak bisa menduga kematian korban murni karena tindak kriminal maupun sakit,”  tuturnya.

Baca Juga :  Buntut Penangkapan 4 Petani di Pos Ronda Ngrampal, Keluarga dan Warga  Protes Polisi. Tuding Ada Ketidakadilan 

Perihal indikasi adanya penyebab lain, Uri enggan menduga. Ia tak mau berspekulasi soal penyebab kematian almarhum sebelum mengetahui hasil autopsi dari rumah sakit. Wardoyo/Aris Arianto

Loading...