JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Jelang Coblosan Pemilu, Sugiarto Malah Kehilangan Rumahnya 

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib malang menimpa Sugiarto (50). Ia harus kehilangan rumahnya sehari menjelang pencoblosan Pemilu, Selasa (16/4/2019).

Warga RT 1 RW 1 Desa/Kecamatan Mrebet itu kehilangan rumahnya akibat kebakaran hebat tersebut. Rumah berikut tuangan dapur beserta sejumlah barang isinya hangus terbakar.

Kapolsek Mrebet AKP Setyadi Eko Purwanto mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat api di tungku yang masih menyala, usai digunakan untuk memasak.

Api menyambar kayu bakar di sebelahnya kemudian membakar ruangan dapur.

Berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian istrinya yang bernama suparti habis memasak. Setelah memasak, tungku dimatikan kemudian ditinggal beraktivitas yang lain. Tiba-tiba terjadi kebakaran yang diketahui tetangga korban.

Baca Juga :  Pemkab Kudus Belum Izinkan Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi bernama Munirah (44) yang masih tetangga korban. Saat itu saksi yang melintas di sekitar lokasi mendapati asap mengepul dari bagian dapur rumah korban. Kemudian saksi berteriak minta tolong hingga warga berdatangan.

“Warga yang mendengar teriakan lalu berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan air dari kolam yang ada di dekat lokasi. Api baru dapat dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran datang,” kata Kapolsek dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Meski Terpapar Covid-19 Kondisi Sekda Grobogan dalam Keadaan Baik dan Biasa Saja

Kapolsek menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat kebakaran dapur rumah korban berikut sejumlah barang yang ada di dapur dan peralatan las yang ada di dekat dapur ikut terbakar.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp 25 juta. Peristiwa kebakaran yang terjadi hendaknya menjadi pembelajaran bersama. Pastikan api di tungku sudah benar-benar padam usai digunakan. Hal itu untuk mencegah peristiwa serupa terulang,” pungkasnya. Wardoyo