loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma), Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku beberapa kali ditawari menjadi mentari oleh Capres Prabowo Subianto.

Namun demikian, AHY belum memikirkan tawaran itu karena masih ingin berkonsentrasi kampanye untuk Partai Demokrat pada hari-hari terakhir masa kampanye terbuka.

“Menjelang 17 April ini lebih baik tak bicara soal menteri deh, karena pemilunya belum dilakukan dan pemenangnya belum tahu. Saya pikir tak elok ya, masyarakat juga melihat para elite berdiskusi hal-hal pragmatis, bagi-bagi jatah menteri dan lain sebagainya,” kata dia.

Baca Juga :  Ahok Bakal Pimpin BUMN, Djarot: Dia Lurus dan Pekerja Keras

Dalam acara pidato kebangsaan Prabowo di Surabaya di Surabaya Jumat (12/4/2019), AHY juga tidak kelihatan hadir. Ia beralasan sedang menjenguk ibundanya, Ani Yudhoyono di Singapura.

Menurut putra sulung Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, ia menemani Ani Yudhoyono karena ada penjelasan dari dokter yang merawat terkait perkembangan kesehatan ibunya.

Baca Juga :  Politisi Golkar Minta Siapapun Tak Intervensi Internal Partainya

“Saya mewakili keluarga yang harus hadir di sana (Singapura). Oleh karena itu saya tidak bisa menghadiri undangan pidato kebangsaan Pak Prabowo,” kata AHY usai menyampaikan pidato politik berjudul Indonesia untuk Semua di Gedung DBL Arena Surabaya, Sabtu (13/4/2019).

AHY tak ingin memperpanjang polemik soal ketidakhadirannya di pidato kebangsaan Prabowo. Sebab, menurut AHY, ia telah beberapa kali kampanye bersama di sejumlah daerah bersama mantan Panglima Kostrad itu.

Baca Juga :  SD Ambruk Tewaskan 2 Orang, Polisi Segera Periksa Kepala Dinas dan Kepala Sekolah

Sementara itu dalam pidato politik yang dihadiri ribuan kader Demokrat, AHY menjelaskan soal tiga poin.

Ketiga point itu yakni komitmen Demokrat meredam polarisasi, ajakan merekatkan kembali persaudaraan pascapemilu dan harapan Demokrat menatap masa depan NKRI.

Kegiatan itu dihadiri oleh beberapa tokoh elite Demokrat, di antaranya Syarief Hasan, Amir Syamsuddin, Nachrowi Ramli, Andi Malaranggeng dan Soekarwo.

www.tempo.co

Loading...