loading...
Loading...
Foto kondisi jalan Sidodadi-Kliwonan di Masaran, Sragen yang rusak parah hampir 4 tahun. Warga pun menulis spanduk dan tulisan bernada menyindir pemerintah setempat. Foto/FB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Fenomena kerusakan jalan kembali mencuat di Sragen. Kali ini jalur antar desa antar kecamatan yang menghubungkan Desa Sidodadi-Kliwonan, Kecamatan Masaran dalam kondisi rusak parah.

Ironisnya, kerusakan terjadi sudah hampir 4 tahun sejak 2015 menjelang Pilkada. Warga dan netizen pun mengungkit janji Bupati-Wabup terpilih, Yuni-Dedy yang kala itu sempat menjadikan jalan rusak di lokasi yang sama sebagai obyek kampanye.

“Kalau jalurnya Sidodadi-Kliwonan panjangnya sekitar 5 kilometer. Tapi yang rusak parah 2 kilometer. Dulu mau Pilkada itu sempat diurug, tapi habis Pilkada sampai sekarang belum pernah ada perbaikan,” ujar Kadus di Sidodadi, Joko Susilo, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya kondisi jalan poros antar desa di Masaran itu memang sangat vital bagi mobilitas warga. Selama hampir 4 tahun, ruas sepanjang 2 kilometer yang rusak parah hingga kini masih dihiasi lubang yang makin lebar serta dalam.

Baca Juga :  Disambut Haru, 500 Prajurit Yonif Raider 408 tiba di Sragen Usai Misi Pengamanan di Perbatasan Timor Leste. Danrem Pesan Boleh Bangga Tapi Jangan Hura-Hura! 

Kondisi jalan rusak itu juga tak luput dari sorotan netizen. Sejak dua hari terakhir, banyak warga yang rame-rame mengunggah kondisi jalan yang banyak berlubang.

Tak hanya itu, warga juga mengekpresikan kekecewaan dengan membuat tulisan bernada sindiran. Diantaranya “Jalanku Tak Semulus Pipimu, “Jalan Sementara Ditutup Sampai Ada Perbaikan”, “Jalan Itu Untuk Dinikmati Bukan Untuk Membuat Orang Tersakiti”.

Yang tak kalah menohok, netizen juga menyandingkan foto spanduk kampanye bupati-wabup kala Pilkada dengan slogan “Alus Dalane Gampang Sandang Pangane” yang pernah dipasang di salah satu sudut jalan yang rusak.

Baca Juga :  Aman Tapi Sengit, Kampanye Perdana Pilkades di Sragen. Pelemgadung Perang Jargon Perubahan dan Lanjutkan! 

“Sudah nggak kehituung berapa banyak yang kecelakaan di sepanjang jalan rusak sini. Kecewa pasti Mas. Jalan rusak hanya jadi alat politik untuk kampanye saja. Tapi sudah hampir mau Pilkada lagi, nggak ada realisasinya. Padahal waktu kampanye katanya 2 tahun semua jalan tuntas dan berkualitas. Tapi mana buktinya,” tukas Sutrisno, salah satu warga Minggu (7/4/2019).

Fenomena jeglongan sewu Masaran juga mengundang komentar kritis dari netizen. Di grup FB Kumpulan Wong Sragen (KWS), ratusan komentar miris dan prihatin bermunculan atas unggahan status dan foto jalan rusak itu.

Baca Juga :  Amplopan Kunker Anaknya yang Jadi DPRD Sragen, Terkumpul Setengah Miliar. Abah Syarif Sebut Uang Syubhat Alias Tak Jelas! 

Salah satu akun Rezda Ja Gam memposting foto jalan rusak itu dengan tulisan “Fenomena ini terjadi di ds prayunan Sidodadi Masaran Sragen,banyak pohon pisang tumbuh dijalan aspal berlubang,THN politik ini semoga fenomena ini dikembangkan menjadi perkebunan Nasional oleh pemerintah”.

Salah satu akun yang komentar menyindir janji Pilkada ditulis akun Putu Arto. Ia menulis di tempat lokasi yg sama. Spanduk dulu sebelum pilkada” lengkap dengan foto spanduk pemimpin saat ini semasa kampanye Pilkada.

Di belakangnya, puluhan hingga ratusan komentar up up dan dukungan mendesak perbaikan juga bermunculan. Wardoyo

Loading...