JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Mayat Pria Ditemukan di Kebun Kopi Candiroto Gegerkan Warga. Saksi Penemu Langsung Histeris

Evakuasi korban. Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Evakuasi korban. Foto/Humas Polda

TEMANGGUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Candiroto digegerkan dengan temuan mayat laki-laki di kebun kopi kemarin. Mayat yang kemudian diketahui berusia 48 tahun dan terdeteksi merupakan warga Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Jasad ditemukan meninggal dunia di dalam kebun kopi yang berada di Dusun Mangli Rt 01 Rw 01 Desa Muntung Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, Sabtu (13/04/2019).

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Candiroto AKP Jianto mengatakan, bahwa penemuan orang meninggal dunia tersebut ditemukan pada hari Jumat (12/04) pukul 12.00 WIB.

Mayat pertama kali diketahui oleh Herni, warga setempat saat pulang berkebun melihat seorang laki-laki tertidur dengan posisi terlentang di dalam kebun kopi milik milik Turmudi.

Baca Juga :  Sektor Industri Jadi Klaster Baru Covid-19, PKM di Kota Semarang Diperpanjang

“Penasaran dengan hal itu kemudian saksi menghampiri untuk memastikan dan setelah didekati ternyata orang itu sudah meninggal dunia, saksi kemudian memanggil beberapa warga untuk meminta bantuan melaporkan ke Perangkat Desa, Puskesmas dan Polsek Candiroto guna mendapat penanganan,” terangnya.

Mendapatkan laporan dari warga bahwa telah ditemukan orang meninggal dunia di dalam kebun kopi, dengan dipimpin Kanit Reskrim Polsek Candiroto Aiptu Ismanto.

Bersama tiga personil dan tim medis dari Puskesmas Candiroto langsung menuju lokasi untuk melaksanakan olah TKP dan evakuasi terhadap korban.

Baca Juga :  Ganjar Cermati Progres Pembangunan Komplek GOR Jatidiri Semarang

“Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan dari tim medis Puskesmas Candiroto, disimpulkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, selanjutnya korban langsung dibawa kerumah untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” paparnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dari keterangan keluarga korban dijelaskan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit jantung, sehingga keluarga korban menyadari kejadian tersebut bukan karena tindakan kekerasan melainkan disebabkan karena penyakit yang dideritanya.

Pihak keluarga sudah menerima dengan membuat surat pernyataan yang disaksikan oleh warga setempat serta jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera di makamkan. Wardoyo