loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Eks koordinator 212, Kapitra Ampera menuding syukuran kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019 adalah melawan takdir.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang berwenang belum mengeluarkan keputusan apapun.

Terhadap tudingan itu,  juru bicara Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 Novel Bamukmin spontan menampiknya.

Baca Juga :  Viral Video Mesum 3 Pria 1 Wanita "Vina Garut", Polisi Amankan Dua Orang Terduga Pemeran, Diduga Pemeran Wanita dan Pria

Ia meyakini, acara Syukuran Kemenangan Indonesia yang mendeklarasikan kemenangan Prabowo Subianto sebagai presiden bukan sesuatu hal yang melawan takdir.

Menurut Novel, kegiatan tersebut bentuk dari rasa syukur atas unggulnya Prabowo dalam Pilpres 2019. Hasil real count internal Badan Pemenangan Nasional, calon presiden dengan nomor urut 02 ini mendapat suara terbanyak.

Baca Juga :  Bahas Paket Pimpinan MPR, PPP dan Gerindra Akan Gaet Dèmokrat dam PAN

“Sebagai orang beriman kita harus bersyukur termasuk kemenangan pasangan calon 02 berdasarkan perhitunggan internal ,” ujar Novel saat dihubungi, Jumat (18/4/2019).

Sebagaimana diketahui, acara syukuran berlangsung di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Akibatkan 3 Polisi Terbakar, Kapolres Cianjur Didesak Mundur

Lebih dulu massa melakukan salat Jumat. Pada kesempatan tersebut, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangannya.

Novel mengatakan PA 212 juga menunggu hasil perhitungan resmi KPU pada 22 Mei 2019 mendatang. Ia berharap hasil hitungan KPU nantinya jujur tanpa ada kecurangan.

“Kami tetap menunggu hasil KPU,” ujarnya.  

www.tempo.co

Iklan
Loading...