loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Eks koordinator 212, Kapitra Ampera menuding syukuran kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019 adalah melawan takdir.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga yang berwenang belum mengeluarkan keputusan apapun.

Terhadap tudingan itu,  juru bicara Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 Novel Bamukmin spontan menampiknya.

Ia meyakini, acara Syukuran Kemenangan Indonesia yang mendeklarasikan kemenangan Prabowo Subianto sebagai presiden bukan sesuatu hal yang melawan takdir.

Baca Juga :  RS Polri Otopsi 4 Korban Rusuh 22 Mei, Hasilnya: Tewas Tertembak

Menurut Novel, kegiatan tersebut bentuk dari rasa syukur atas unggulnya Prabowo dalam Pilpres 2019. Hasil real count internal Badan Pemenangan Nasional, calon presiden dengan nomor urut 02 ini mendapat suara terbanyak.

“Sebagai orang beriman kita harus bersyukur termasuk kemenangan pasangan calon 02 berdasarkan perhitunggan internal ,” ujar Novel saat dihubungi, Jumat (18/4/2019).

Baca Juga :  Ini Kedua Kalinya AHY Bertemu Jokowi di Istana Bogor

Sebagaimana diketahui, acara syukuran berlangsung di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Lebih dulu massa melakukan salat Jumat. Pada kesempatan tersebut, Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangannya.

Novel mengatakan PA 212 juga menunggu hasil perhitungan resmi KPU pada 22 Mei 2019 mendatang. Ia berharap hasil hitungan KPU nantinya jujur tanpa ada kecurangan.

“Kami tetap menunggu hasil KPU,” ujarnya.  

Baca Juga :  Apes,  Haryati Nangis-nangis Anaknya Terseret Video Ancam Penggal Jokowi

www.tempo.co

Loading...