loading...
Loading...
Jenazah Suratin (54) warga Perum Tegal Asri RT03/ RW22 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo diangkut menggunakan mobil ambulan untuk dimakamkan, Kamis (25/4/2019). Syahirul

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang anggota KPPS 147 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo, Suratin (54) meninggal dunia pada Kamis (25/4/2019) pagi.

Almarhum tinggal di Perum Tegal Asri RT 03/ RW 22 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Nampak, istri dan anak Suratin tak kuasa menahan tangis ditinggal pergi selama-lamanya.

Istri almarhum, Dwi Astuti (55) mengaku, sebelumnya Suratin mengeluh masuk angin dan sesak di bagian dada pada Rabu (24/4/2019) sore. Meski bagitu kala itu Suratin enggan dibawa kerumah sakit. Sebab dia mengaggap penyakitnya hanya penyakit biasa. Namun setelah Salat Magrib, rasa sesak semakin menjadi-jadi.

“Karena sepertinya sudah tidak tahan lagi, akhirnya setelah Magrib bapak kami bawa ke rumah sakit Hermina. Setelah ditangani tenaga medis di IGD, bapak langsung masuk masuk ruang ICU,” kata Astuti.

Baca Juga :  Putrinya Lahir, Gibran : Wajahnya Agak Mirip Jan Ethes, Semoga Kelahiran Anak Kedua Saya Membuat Kota Solo Makin Adem

Akan tetapi, kondisi sang suami semakin drop. Hingga akhirnya ajal menjemput kakek satu cucu ini kemarin sekitar pukul 06.00 pagi. Dari hasil diagnosa dokter, sang suami meninggal karena gagal jantung, kelainan paru-paru dan ginjal.

“Padahal sepengetahuan saya bapak tidak pernah punya penyakit tersebut,” ungkap Astuti.

Dikatakan Astuti, suaminya bertugas selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa hingga Kamis (16-18/4/2019) pagi.

“Selasa bapak keluar rumah sekitar jam 20.00 malam, katanya mau menunggu kotak suara datang. Pulang sekitar jam 03.00 (Rabu-red) pagi. Setelah itu tidur, jam 05.30 bangun lagi untuk jaga TPS,” jelas Suratin.

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Gigi di Usia Senja, RSGM Soelastri Adakan Penyuluhan dan Pemeriksaan

Lebih lanjut dikatakan, suaminya sempat pulang saat petang untuk mandi dan menunaikan Salat Maghrib. Lalu tak lama, kembali lagi berangkat ke TPS.

“Katanya belum selesai. Bapak tugas selesai jam 05.00 pagi. Setelah tiga hari kurang istirahat, bapak mengeluh capek. Dan puncaknya pagi tadi itu,” katanya.

Selain Astuti, almarhum meninggalkan dua orang putri, Asti Setyoningsih dan Sari Ratnaningsih, satu orang menantu dan satu orang cucu. Jenasah Suratin sendiri dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo. Syahirul

 

 

Loading...