loading...
Loading...
mayat
ilustrasi/teras.id

BOGOR, Joglosemarnews.com  – Rusdiono (60), petugas KPPS di  TPS 97, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Bogor meninggal dunia setelah pingsan usai mengantar surat suara ke kantor kecamatan.

Anggota Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) Bojonggede, Sukarta Wijaya, mengatakan, Rusdiono meninggal,  Kamis (18/4/2019) malam,  atau sehari setelah pemilu serentak digelar.

Kabar meninggalnya Rusdiono diketahui panitia di tingkat kecamatan, Jumat (19/4/2019) siang.

Baca Juga :  Kasus Video 3 Lawan 1 Vina Garut, Berkas 2 Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa Vina Berkerudung Hitam

“Paginya almarhum masih bertugas mengantar kotak suara untuk didistribusikan ke tingkat PPK,” kata Sukarta, Jumat (19/4/2019).

Sukarta mengatakan, belum mengetahui pasti penyebab meninggalnya Rusdiono.

Menurutnya, terakhir kali ditemui pada Rabu 17 April, Rusdiono disebutkannya dalam kondisi sehat. Saat itu Sukarta sedang memantau TPS-TPS termasuk ke TPS 97 Pabuaran.

“Saat itu beliau tidak tampak pucat atau lemas gitu, biasa aja, malah banyak tanya, ‘Pak kalau gini bagaimana, bagaimana’,” kata Sukarta.

Baca Juga :  Jadi Bintang di ILC, William PSI Dicecar Pertanyaan

Komisioner Pemilihan Umum Kabupaten Bogor, Herry Setiawan, mengatakan Rusdiono meninggal saat proses Pemungutan dan Penghitungan Suara (P2S) masih berlangsung. Dia menduga penyebabnya, kelelahan.

Herry menuturkan, proses penghitungan hasil suara di TPS-TPS berjalan hingga malam karena banyak yang harus direkapitulasi. Belum lagi penulisan berita acara yang harus detil dan teliti.

Baca Juga :  Menteri Pertahanan Prabowo Akan Diskusi dengan Jokowi Soal Polemik Pencekalan Rizieq Shihab

“Sehingga tak sedikit petugas KPPS yang lalai terhadap kondisi badan apalagi sekarang cuaca sedang tak menentu,” kata Herry.

Sebelumnya, Ketua KPPS di Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk, Jaenal (56 tahun) juga meninggal diduga karena sebab yang sama. Ketua KPPS di TPS 09 itu meninggal pada Rabu sore.

www.tempo.co

Loading...