JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Polisi Pastikan Anggota DPRD Sragen Sugimin Tewas Dibunuh. Amankan Seorang Perempuan, Diduga Motifnya Sakit Hati

Jenasah almarhum Sugimin saat dibawa ke RSUD Wonogiri. Foto/Istimewa

IMG 20190416 100551
Jenasah almarhum Sugimin saat dibawa ke RSUD Wonogiri. Foto/Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah bekerja keras kurang dari sehari semalam, akhirnya jajaran Satreskrim Polres Wonogiri berhasil menguak misteri kematian Anggota DPRD Sragen, Sugimin (52).

Bahkan polisi berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial N asal Wonogiri. Perempuan N ini diduga ada di balik kematian Sugimin (52) yang tewas di Wonogiri, Selasa (17/4/2019).

Kasatreskrim AKP Aditiya Mulya Ramdani mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati menegaskan, ada dugaan, peristiwa itu dilatarbelakangi adanya motif sakit hati. Tepatnya antara terduga pelaku dan korban.

Baca Juga :  Miris Dugaan Pemerkosaan di Purwantoro Wonogiri, Korban Masih Kelas VII SMP Digagahi Sejumlah Remaja Sebelumnya Dicekoki Miras

“Si terduga pelaku atau N ini sakit hati terhadap korban. Terkait kabar soal perampokan atau niat menguasai harta benda milik korban, bisa benar bisa pula tidak,” ujar dia, Rabu (17/4/2019).

Dia menyampaikan hal itu lantaran adanya bukti. Misalnya, salah satu harta benda korban masih ada, seperti mobil pribadi.

Menurut Kasatreskim mobil korban masih ada meski sudah dijual. Pada saat penjualan mobil itu resmi atau diketahui oleh korban.

Uang dari hasil penjualan mobil itu sebagian untuk membayar utang bersama, atas sepengetahuan korban juga. Sisanya kemungkinan setelah korban meninggal dimanfaatkan oleh terduga pelaku.

Baca Juga :  Begini Hukuman bagi Warga yang Kedapatan Tidak Memakai Masker di Wonogiri, Sebagian Besar Terjaring Razia Tim Gabungan, Baru Beberapa Jam Sudah Menindak Belasan Pelanggar

Dia menandaskan bahwa saat ini sudah mendapatkan barang bukti pengganti mobil yang dijual oleh pelaku.

“Motifnya sakit hati, dalam kondisi terdesak dan yang jelas bukan profesilah,” tandas dia.

Saat dikonfirmasi terkait sebelum korban meninggal dunia pergi dari rumah membawa uang tunai Rp 200 juta, pihaknya tidak bisa mengomentari.

“Saya belum pegang fakta makanya saya tidak berani bilang apa-apa,” sebut dia. Aris Arianto/Wardoyo