POM Rayon II Dibuka, UMS Targetkan Juara Cabor Pencak Silat

73
Wakil Rektor III UMS, Taufik KAsturi PhD saat membuka POM II di GOR UMS, Senin (22/4/2019). Foto : dok

SUKOHARJO-Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) 2019 Rayon II Surakarta dibuka, Senin (22/4/2019) di GOR Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pembukaan dipusatkan di UMS dilanjutkan dengan pertandingan untuk cabang olahraga pencak silat.

Pertandingan olah raga antar mahasiswa dari perguruan tinggi di wilayah eks Karesidenan Surakarta itu dibuka oleh Ketua Rayon II Taufik Kasturi PhD yang juga Wakil Rektor III UMS.

“Pada POM kaliini terdapat 11 Cabor yang dipertandingkan. Pembukaan dipusatkan di GOR UMS. Adapun pertandingan masing-masing banag olah raga disebar di sejumlah perguruan tinggi di Surakarta. UMS kebagian tuan rumah silat dan pembukaannya,” ungkap Taufik.

Dijelaskan oleh Taufik, POM 2019 ini akan berakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan, tepatnya pada Jumat (3/5/2019). Kompetisi ini nantinya akan ditutup di Universitas Sebelas Maret (UNS).

“Untuk Rayon II Surakarta terdapat sekitar sekitar 80 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dari total PTN dan PTS tersebut, terdapat 700 atlit mahasiswa yang telah melakukan konfirmasi mengikuti kompetisi ini,” katanya.

UMS sendiri hanya mengirimkan 9 Cabor, di antaranya panjat tebing, voli, futsal, bulutangkis, karate, pencak silat, tenis lapangan, kempo, dan petanque. Taufik mengincar juara pada POM kali ini.

Untuk Cabor Pencak Silat, UMS mengirimkan 12 atlit mahasiswa. Dari total tersebut 1 orang mewakili UMS dalam kategori seni dan 11 orang mewakili kategori fighting. Namun, tidak semua kelas dapat diwakili UMS.

“Kalau silat 12 orang, tetapi tidak semua kelas. Ada 1 atau 2 kelas yang tidak terisi karena berat badan yang berbeda dengan yang ditentukan,” ungkapTaufik.

Wakil Rektor III UMS ini juga mengatakan meskipun pembukaan baru dimulai Senin, namun sudah ada beberapa Cabor yang telah dipertandingkan. “Pembukaan sekarang, tapi sudah dimulai tenis meja di Univet. Jadi sebelum pembukaan sudah ada beberapa cabang olah raga dipertandingkan,” katanya.

Taufik juga menjelaskan setelah pertandingan di tingkat Rayon, selanjutnya atlit mahasiswa yang berhasil meraih juara akan dikirim ke tingkat provinsi.

“Jadi nanti setelah ini di seleksi kita akan kirimkan yang mendapat juara atau tingkat provinsi ke tingkat nasional. Kalau UMS sendiri 2 tahun sekali untuk pencak silat mendapatkan emas di tingkat nasional dan perak untuk cabang karate,” jelasnya.

Dari penyelenggaraan POM 2019 ini Taufik berharap agar perwakilan dari UMS nantinya berhasil meraih prestasi dengan lebih baik. “Tapi cabang yang lain belum mendapatkan, semoga tahun ini bias mendapatkan lebih baik lagi,” harapnya. (Marwantoro)