loading...
Loading...
Tempo.co

BANTEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Capres Prabowo Subianto menuding pemerintah tak memproduksi apa-apa alias deindustrialisasi dalam beberapa tahun belakangan.

Namun tudingan itu langsung ditangkis Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
Airlangga memamerkan sejumlah capaian dan kinerja di sektor industri nasional hingga 2018.

Capaian itu disampaikan dalam acara Indonesia Industrial Summit 2019 yang diadakan tepat setahun setelah peta jalan industri Making Indonesia 4.0 diluncurkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada tahun lalu.

Airlangga menyebutkan, Studi McKinsey menunjukkan, Program Making Indonesia 4.0 berpeluang meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional Sebesar US$ 120 – 150 miliar pada 2025.

“Selain itu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen,” katanya pada pembukaan acara di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, Senin (15/4/2019).

Sejumlah capaian yang disampaikan Airlangga dalam acara itu yakni  pertama, pada tahun 2017, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia mencapai angka 20. persen.

Kondisi itu menjadikan Indonesia berada diperingkat ke 5 di antara 20 negara ekonomi terbesar di dunia alias G20.

Baca Juga :  Guntur Romli: Anies Gunakan Reuni 212 Sebagai Jalan Politik  2024

“Rata-rata kontribusi sektor manufaktur dunia sebesar 15,6 persen,” ujarnya.

Kedua yaitu pada tahun 2018, industri dengan pertumbuhan yang cukup tinggi antara lain yaitu sektor Industri Mesin dan Perlengkapan sebesar 9,49 persen, Industri Kulit dan Alas Kaki sebesar 9,42 persen, dan lndustri Logam Dasar sebesar 8,99 persen.

Dengan capaian ini, performa manufaktur Indonesia periode 2018 hingga Maret 2019 pun mencapai 52,65 persen.

“Hal ini menunjukkan sektor industri manufaktur berada pada level yang ekspansif,” kata dia.

Ketiga yaitu sektor industri merupakan kontributor terbesar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2018 di antara sektor ekonomi lainnya dengan kontribusi sebesar 19.86 persen.

Sektor industri pun, kata Airlangga, merupakan kontributor terbesar dalam penerimaan negara tahun 2018 sebesar 30 persen dari total penerimaan pajak.

Keempat yaitu sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar dalam 4 tahun terakhir (2014-2018). Sepanjang tahun tersebut, total investasi di sektor ini mencapai sebesar 41 ,8 persen dari total realisasi investasi.

Baca Juga :  Demi Bisa Masuk ke Kamar Kos Cewek, Pria di Kediri ini Pakai Hijab, Tatapi Akhirnya Seperti ini

Sebelumnya, Prabowo dalam debat pilpres Sabtu pekan lalu menyebutkan belakangan ini Indonesia telah mengalami deindustrialisasi.

“Indonesia tidak memproduksi apa-apa, kita menerima barang produksi dari bangsa lain,” ujar dia,  Sabtu (13/4/2019).

Karena itu, Prabowo mengatakan perlunya ada perubahan dari langkah tersebut.  Saat ini, kata Prabowo, Indonesia sudah menyimpang dari filosofi bangsa. Selain itu, ia melihat pemerintah juga tidak memiliki strategi untuk menyelesaikan perkara deindustrialisasi itu.

www.tempo.co

Loading...