loading...
Loading...
Ilustrasi/tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Ratna Sarumpaet menolak saat disarankan lapor polisi usai mengaku dianiaya.

Ia justru minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Demikian diungkapkan oleh  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal saat bersaksi
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Said Iqbal bercerita bagaimana dirinya menjadi penyambung terdakwa Ratna Sarumpaet yang ingin bertemu calon presiden Prabowo Subianto.

Tujuannya, kata Said, Ratna ingin menceritakan ihwal cerita penganiayaannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

“Saat itu kami belum tahu kalau cerita Kak Ratna bohong,” ujar Said.

Menurut cerita Said, pada tanggal 28 September 2018 sekitar pukul 22.00 dirinya menerima telefon dari Ratna Sarumpaet.

Mantan aktivis itu mengatakan dirinya habis dianiaya dan ingin bertemu Said yang saat itu sedang di tengah perjalanan.

“Kak Ratna minta saya datang ke rumahnya di daerah Tebet,” ujar Said.

Di kediamannya, Ratna bercerita kepada Said kalau dirinya mengalami penganiayaan di daerah Bandara Hussein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pada 21 September.

Baca Juga :  Kapolsek Kebayoran Baru Dicopot dari Jabatan Karena Simpan Sabu

Dia juga sempat menunjukkan kepada Said foto wajahnya dalam kondisi lebam. Said sempat menyarankan Ratna untuk melapor ke polisi dan divisum, namun ditolak.

Dalam pertemuan itu lah, kata Said, Ratna meminta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Said memang kerap menjadi penyambung orang-orang yang ingin bertemu dengan Prabowo.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

Sebelumnya, kata Said, Ratna bercerita kalau sudah sempat berbicara dengan Fadli Zon untuk mengagendakan pertemuannya dengan Prabowo

Keesokan harinya, tanggal 29 September 2018, Said menyampaikan keinginan Ratna kepada ajudan Prabowo bernama Dani. Ia juga mengirimkan tiga buah foto wajah lebam Ratna.

“Dani baru membalas pada tanggal 1 Oktober 2018 dan menyatakan kalau Pak Prabowo bersedia bertemu Kak Ratna tanggal 2 Oktober di Lapang Polo, Bogor, Jawa Barat,” tutur Said.

Baca Juga :  Nadiem Makarim Dukung Kemenag Rombak 155 Judul Buku Agama

Dalam pertemuan antara Ratna dengan Prabowo, turut hadir juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, serta Said Iqbal.

Ratna, kata Said, lebih banyak diam dan hanya bercerita sepotong-sepotong. Ratna dan Prabowo, kata Said, duduk berdampingan.

“Obrolan mengalir saja. Tidak ada pembicaraan soal rencana konferensi pers,” ucap dia.

Selain Said, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan tiga orang saksi lainnya dalam persidangan hari ini. Mereka adalah Ruben dan dua pendemo bernama Chairulah dan Harjono.

Dalam persidangan sebelumnya, nama Ruben sempat disebut-sebut datang ke rumah Ratna Sarumpaet usai kabar penganiayaan itu menyebar. Ruben saat ini tengah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sebagai tersangka dalam kasus dana para raja sebesar Rp 23 triliun.

www.tempo.co

Loading...