loading...
Loading...

SOLO, Joglosemarnews.com – Para siswa KB/TK Kristen Widya Wacana Pasar Legi Surakarta mengikuti kegiatan Puncak Tema Air, Udara dan Api, Sabtu (6/4/2019) kemarin.

Kegiatannya cukup unik, yakni membakar sate bersama-sama di sekolah. Kepala KB/TK Kristen Widya Wacanaa Pasar Legi Surakarta, Fida Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut digelar utuk meningkatkan kemampuan motorik.

“Selain itu kegiatan ini  juga untuk mengenalkan kepada anak-anak mengenai proses suatu bidang usaha tertentu,” ujarnya.

Baca Juga :  Siswa SD Kemasan 2 Surakarta Keasyikan Nonton Film Karya Mereka Sendiri

Dikatakan, dalam acara tersebut anak belajar secara langsung tentang proses bagaimana membuat sate dari memberi kecap, membakarnya dan memakannya.

Fida Nugroho menuturkan, pengalaman langsung akan membuat anak belajar kemandirian, kewirausahaan, kerja sama dan kehati-hatian dalam setiap proses yang diikuti oleh mereka.

“Di samping itu mereka juga jadi tahu kegunaan api dan bahaya api. Sambil menikmati udara segar dipagi hari, mereka membakar sate,” imbuhnya.

Baca Juga :  5 Anggota Dewan Ambalan SMK IT Smart Informatika SOLOPEDULI Ikut Suksekan Kemah Wilayah VII JSIT

Fida Nugroho menambahkan  bahwa belajar yang dilakukan dengan cara mengalami langsung, akan lebih bermakna dan tertanam lama dalam otak anak.

“Selain fisik motoriknya terasah, anak juga belajar antri, bekerjasama dan kognitifnya terasah. Mereka dpt berhitung jumlah satenya, bentuk alat bakarannya, bentuk kipas, warna kecap dll,” ujarnya.

Salah satu siswa Kelompok Bermain (KB), Michele mengakuk senang sekali  bisa ikut membakar sate karena seperti tukang sate.

Baca Juga :  Gibran Maheswara, Siswa Kelas 2 SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo  Raih Juara Festival Dalang Cilik Nasional

Sedangkan Arion, siswa TK A merasakan panasnya bara api dan arang yang terbakar berwarna merah menjadi kagum. Dari hitam jadi merah dan terasa panas.

Yoris, Yavin, Valen dari TK B pun juga ikut menyampaikan, tidak sabar untuk segera makan satenya meskipun masih panas, sate yang panas ditiup-tiup lalu dimakan dengan lahap. Semua mencoba membakar sendiri dan makan dengan gembira. A. Setiawan

Loading...