TKN Jokowi dan BPN Prabowo Heboh Soal C1, Ini Yang Dimaksud Dokumen C1

153

SOLO, Joglosemarnews.com – Meski Pilpres sudah lewat, namun ketegangan antara kedua kubu masih belum mereda. Dokumen C1 tengah menjadi sumber ketegangan.

Terkini, Tim Kampanye Nasional (TKN) menuding Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo melakukan lobi ke Bawaslu untuk mendapatkan dokumen C1.

Namun pihak BPN berkilah bahwa pihaknya tidak melobi, melainkan berkirim surat resmi. Terkait dengan C1, pihaknya beranggapan bahwa dokumen C1 tersebut milik publik.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan dokumen atau formulir C1? Ketua KPU Wonogiri, Toto Sihsetyo Adi menjelaskan, C1 yaitu sertifikat hasil dan rincian penghitungan perolehan suara TPS (Tempat Pemungutan Suara).

“Sedangkan C1 Plano, merupakan catatan hasil penghitungan perolehan suara di TPS  berukuran plano seperti papan tulis,” jelas Toto kepada Joglosemarnews, Jumat (26/4/2019).

Lebih lanjut Toto menjelaskan, formulir C1 adalah dokumen hasil penghitungan suara yang dibuat KPPS, yang pengisiannya merujuk pada Formulir C1 Plano.

Formulir C1 ini dibuat beberapa rangkap. Salinannya ada yang diberikan kepada saksi kandidat, pengawas TPS, panitia pemungutan suara (PPS) untuk ditempel di tingkat desa/kelurahan, panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk keperluan rekapitulasi, serta KPU kabupaten/kota untuk di-scan dan diunggah ke website KPU.

Dikatakan Toto, formulir C1 ini berisi data penting, yaitu jumlah pemilih yang terdaftar di TPS, surat suara yang dikirim ke TPS, jumlah surat suara yang baik dan rusak, surat suara yang digunakan, serta surat suara yang sah dan tidak sah.

“Formulir C1, karena itu merupakan dokumen yang sangat vital. Sebab formulir ini menjelaskan perolehan suara setiap partai dan calon anggota legislatif atau capres. Para saksi partai juga berhak memperoleh dokumen C1 sebagai pembanding,” bebernya.

Sementara itu, C1 Plano adalah dokumen penghitungan suara di tingkat TPS. Formulir C1 Plano ini berukuran sebesar papan tulis, yang digunakan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada tahap penghitungan suara.

Di Formulir C1 Plano, petugas KPPS menera satu demi satu perolehan suara kandidat dengan cara tally atau turus, yaitu membuat garis tegak satu demi satu, yang pada setiap hitungan kelima diberi garis mendatar.

Proses penghitungan suara dan pengisian Formulir C1 Plano ini berlangsung terbuka, dan bisa disaksikan semua yang hadir di TPS.

Usai penghitungan suara, KPPS kemudian menjumlahkan perolehan suara masing-masing kandidat, dan menuliskannya di Formulir C1 Plano.

“Formulir C1 Plano yang dilengkapi hologram ini merupakan dokumen penghitungan suara paling otentik. Bahkan, di internal KPU, Formulir C1 Plano diistilahkan sebagai dokumen mahkota. Sebab, apa yang tertera di dokumen inilah yang menjadi acuan bagi penulisan dokumen-dokumen lainnya, terutama formulir C1 yang ukurannya sebesar kertas folio/kuarto,” ungkap Toto. aris arianto