loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Sebanyak 300 orang telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku kerusuhan 22 Mei 2019.

Ratusan orang tersebut ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni di Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Petamburan dan Gambir, Jakarta Pusat.

“Sekarang masih diperiksa, kemudian dipilah-pilah pelaku lapangan, koordinator lapangan, kemudian aktor intelektualnya,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, Kamis (23/5/2019).

Baca Juga :  Juru Parkir Bakal Dilindungi dengan BPJS Ketenagakerjaan

Sebelumnya, polisi telah mengamankan 25 orang. Namun, pascakericuhan yang terjadi sepanjang 22 Mei malam hingga 23 Mei pagi, polisi kembali menangkap 43 orang.

Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan sejumlah alat bukti yang menunjukkan mereka sebagai provokator aksi.

Baca Juga :  Demo di Depan Gedung KPK Sempat Ricuh, Muncul Demo Tandingan

Dedi menyebut, petugas menemukan petasan, senjata tajam, batu, kendaraan, ketapel dan bom molotov.

Dengan penemuan berbagai alat bukti tersebut, kata Dedi, semakin menguatkan dugaan bahwa kerusuhan tersebut memang telah direncanakan.

Dia menuturkan, mayoritas tersangka merupakan remaja. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pekerjaan dan merupakan preman.

Baca Juga :  Idap Beberapa Penyakit, Kivlan Zen Dirawat di RSPAD Gatot Subroto    

Enam orang dilaporkan tewas akibat ricuh selama aksi 22 Mei. Sedangkan ratusan orang lainnya luka-luka. Saat ini, beberapa korban luka masih dirawat di rumah sakit dan sebagian besar yang lain sudah diperbolehkan pulang.

www.tempo.co

Loading...