loading...
Loading...
Ternak sapi di Sidoharjo, Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM-Pemkab Wonogiri tak ingin kecolongan sebagaimana Gunungkidul soal temuan kasus antraks pada sapi.

Pemkab melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan saat ini menyebarkan petugas peternakan di wilayah perbatasan. Mereka bertugas memeriksa setiap ternak sapi yang akan masuk ke Wonogiri.

“Jangan sampai antraks tersebar masuk ke Wonogiri,” tandas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Wonogiri, Sutardi, Kamis (23/5/2019).

Baca Juga :  Innalillahi, Warga Keblokan Sendangijo Tewas Tenggelam di Dam Colo Barat

Nantinya, petugas memeriksa semua sapi yang masuk. Jika ditemukan indikasi adanya sapi terjangkit antraks, petugas melarang ternak dibawa masuk ke Wonogiri.

“Kami tidak kaku, tidak semua ternak sapi dilarang masuk. Yang penting harus lolos pemeriksaan petugas. Kalau ada indikasi terjangkit baru itu yang dilarang,” jelas dia.

Baca Juga :  Ternyata Daftar Tunggu Haji Bisa Sampai 33 Tahun

Dia menyebutkan daerah yang berbatasan dengan Gunungkidul meliputi Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, Manyaran, dan Eromoko. Tak hanya pemeriksaan, petugas juga mengambil langkah pencegahan, dengan diadakan pengobatan di daerah perbatasan.

Dia menerangkan, hingga kini belum pernah ditemukan kasus antraks di Wonogiri. Namun tetap diwaspadai mengingat Wonogiri merupakan salah satu penopang sapi di Jateng dengan populasi ternak sapi mencapai 158 ribu ekor. Haryanto

Baca Juga :  Kasus Keracunan Massal Ayam Kremes di Wonogiri Akhir Mei Lalu, Begini Tanggapan Dinkes Jateng
Iklan
Loading...