loading...
Loading...

JAKARTA, Joglosemarnews.com – Polisi berhasil menyita uang dalam pecahan dolar sebanyak US$ 2.760 dari para pelaku kerusuhan di depan Bawaslu.

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto mengatakan para pelaku kerusuhan adalah para preman bayaran yang sebagian besar memiliki tatto di tubuhnya.

“Jadi ada barang bukti uang dalam bentuk dolar kami sita dari TKP Bawaslu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga :  Tiga Fraksi Beda Sikap Terkait Revisi UU KPK

Argo mengatakan uang tersebut diduga akan digunakan untuk membiayai operasional kerusuhan yang terjadi di Bawaslu. Dari pemeriksaan sementara kata dia uang pecahan dolar tersebut berasal dari Lombok.

Argo mengatakan, hingga saat ini kepolisian masih mencari pihak yang memberikan uang tersebut.

“Untuk pemberinya masih kami cari,” ujarnya.

Argo menambahkan, selain dalam pecahan dolar, polisi juga menemukan uang sekitar Rp 8 juta. Uang tersebut terdiri dari Rp 6 juta untuk operasional kerusuhan dan sisanya ditemukan dalam sejumlah amplop yang berisikan uang Rp 200.000 sampai Rp 300.000 per amplop.

Baca Juga :  Diselimuti Kabut Asap, 4 Maskapai Alihkan Pendaratan

Argo menuturkan, hingga Rabu malam kepolisian sudah menetapkan 257 tersangka dalam kerusuhan tersebut. Mereka ditangkap dari sejumlah TKP kerusuhan yaitu di Bawaslu, Pertamburan dan Gambir.

Argo menyebutkan ratusan tersangka tersebut merupakan perusuh, provokator hingga pihak yang membagikan uang operasional bagi massa.

Baca Juga :  10 Pasal dalam RKUHP Bakal Telikung Kebebasan Pers

Sedangkan hasil pemeriksaan sementara oleh polisi, tersangka kebanyakan berasal dari luar Jakarta dan tidak memiliki pekerjaan.

Selain uang polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, berupa celurit, bom molotov, busur panah, mercun, batu dan sejumlah telepon genggam milik tersangka.

www.tempo.co

Loading...