loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi demo dari massa pendukung Capres Prabowo 21 dan 22 Mei membuat masyarakat di sekitar lokasi menjadi resah.

Keresahan tersebut setidaknya terekam dalam wawancara dengan sejumlah warga Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sebagian dari mereka bahkan memilih menghindar dari lokasi demonstrasi. Di antaranya memang ada yang diliburkan perusahaan tempatnya bekerja.

“Setahu saya semua masyarakat sudah sepakat mengamankan diri,” ujar Rara (25), seorang pekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berkantor di kawasan Sudirman-Thamrin.

Dia dibebaskan untuk bekerja dari rumah khusus hari ini. Dia menerima sembari menyesalkan adanya demonstrasi yang menyatakan tidak bersedia menerima hasil pemilu presiden tersebut.

Baca Juga :  Yang Dekat Kekuasaan Karirnya Moncer, Ini Nasib Baik Mantan Pengawal dan Ajudan Jokowi

“Saya tidak setuju dengan demo 22 Mei,” ujarnya.

Airin, karyawati sebuah bank di kawasan yang sama, juga mengungkap diliburkan pada hari ini, 22 Mei 2019.

“Resah dong, enggak setuju banget ada demo-demo, buat apa coba? Malah bikin khawatir dan jadi pada takut kemana-mana,” katanya.

Anto (41), seorang sopir taksi online asal Tangerang, mengaku tak merasakan cemas yang sama. Hanya saja, dia menerima pesan agar ekstra hati-hati dari teman dan kerabat.

“Disuruh teman-teman hati-hati karena Jakarta sedang tegang,” katanya.

Sariyem (62), seorang petugas kebersihan di Polda Metro Jaya, juga tak gubris. Warga Palmerah, Jakarta Barat, lebih mengkhawatirkan jam pulang yang menjadi sangat terlambat.

Baca Juga :  Viral Video Balita Sedang Tidur Pulas Dibangunkan Paksa Demi Ulang Tahun, Netizen Berkomentar Negatif, Ini Kata Dokter

Dia juga menyatakan merasa lebih aman berada di lingkungan tempatnya bekerja.

“Setiap ada demo saya di sini (Polda Metro Jaya) dari pagi pulang jam sembilan malam, jadi Demo 22 Mei sudah biasa namanya juga di tengah-tengah pasti dikepung demo,” ujarnya.

www.tempo.co

Loading...