loading...
Loading...
Dok. Solopeduli

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Meski menyandang disabilitas, Warga Semanggi Rt 02 RW 18 Solo, Warni (42) tidak mau berpangku tangan. Saat azan subuh berkumandang, ia telah meracik aneka jamu untuk dijual ke pasar. Warni ingin membantu suaminya yang bekerja sebagai tukang rosok memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain terbiasa membuat jamu, Warni ternyata bisa menjahit. Ia sangat berharap bisa memiliki mesin jahit setelah jualan jamu. “Saya ingin menjahit sehingga penghasilan keluarga bisa bertambah,” ujar Warni saat ditemui bagian surve SOLOPEDULI, Sabtu (18/5/2019).

Setelah melakukan surve, SOLOPEDULI menyatalan Warni layak menetima bantuan produktif pemberdayaan ekonomi. SOLOPEDULI memberikan bantuan mesin Jahit di rumah Warni pada 19/5. Dana untuk membeli mesin jahit berasal dari Zakat, infak dan sedekah yang didalurkan warga melalui SOLOPEDULI. “Saya sangat senang, sekarang saya memiliki mesin jahit, terimakasih SOLOPEDULI,” imbuh Warni.

Baca Juga :  Pemkot Solo Tunggu Instruksi Gubernur Terkait Larangan Konsumsi Daging Anjing

Warni berasal dari Wonogiri. Ia merantau ke Solo dan bekerja sebagai tukang jamu. Ibu Warni mempunyai dua anak. Anak pertama lulusan SMA tetapi ijasahnya belum bisa diambil karena selama 1 tahun belum bisa membayar SPP. Anak yang kedua masih SMP.

Sementara itu Manajer Program SOLOPEDULI, Fafa Faisal berharap mesin jahit yang telah diberikan bisa dimanfaatkan secara maksimal agar penghasilan keluarga Warni meningkat.

“Untuk beberapa bulan ke depan kami masih mendampingi Ibu Warni agar pekerjaan menjahitnya bisa lebih maksimal. Ibu warni ini adalah salah satu dari sekian data penerima manfaat yang mengajukan bantuan ke SOLOPEDULI. Masih banyak calon-calon penerima manfaat yang kondisinya sama dengan Ibu Warni, maka, mari kita bantu mereka dengan menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah melalui SOLOPEDULI,”jelas Fafa kepada tim media SOLOPEDULI. Triawati PP

Loading...