loading...
Loading...

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gaji ke-13 aparatur sipil negara akan dibayarkan pertengahan tahun ini, atau tidak bersamaan dengan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri.

Demikian dikatakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dia mengatakan, aparatur sipil negara tersebut termasuk pegawai negeri sipil, TNI dan Polri.

“Gaji ke-13 baru kami bayarkan pada pertengahan tahun, karena itu adalah untuk membantu biaya sekolah bagi ASN,” kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Kementerian Keuangan bakal menggelontorkan dana sebanyak Rp 40 triliun untuk membayar THR dan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara termasuk Pegawai Negeri Sipil, TNI dan Polri.

Baca Juga :  Dewan Juri Tiadakan Bung Hatta Award Tahun 2019, Ini Sebabnya

Dua pos anggaran itu, masing-masing bakal mendapat sebanyak Rp 20 triliun.

“Anggaran untuk gaji ke-13 ini sama dengan anggaran tunjangan hari raya, (masing-masing) sebesar Rp 20 triliun,” kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono kepada wartawan di Gedung Dhanapala, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2019).

Marwanto memastikan gaji ke-13 tidak akan diberikan berbarengan dengan tunjangan hari raya (THR). Gaji ke-13 bakal diberikan pada pertengahan tahun atau sekitar Juli. Adapun pemerintah telah memastikan THR akan diberikan pada 24 Mei 2019.

Sri Mulyani menjelaskan Peraturan Pemerintah yang mengatur THR dan Gaji ke-13 tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Baca Juga :  Video Narsis Sambil Telanjang Menyebar ke Medsos, Janda Muda di Sumenap Harus Berurusan Dengan Polisi

Sedangkan, aturan teknis yang melaksanakan dari Kementerian Keuangan lewat Peraturan Menteri Keuangan atau PMK diharapkan sudah bisa rampung hari ini.

“Sesudah itu, seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah, sudah bisa mulai melakukan proses untuk mengajukan,” kata Sri Mulyani.

www.tempo.co

Loading...