JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga Daging Ayam Naik Jadi Rp 32.000, Pedagang di Sragen Malah Menangis. Ini Sebabnya 

Ilustrasi daging ayam
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi daging ayam

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pedagang daging ayam di Pasar Bunder Sragen mengeluhkan naiknya harga beli daging ayam dari pengepul pada momentum jelang lebaran ini. Kenaikan harga beli ini justru membuat pedagang menangis karena harga jual tetap stabil dan tak bisa mengikuti naik.

Pantauan di Pasar Bunder, Minggu (26/5/2019), kenaikan harga beli tersebut antara Rp 1.000 sampai Rp 2000 per kilogram. Kenaikan sekitar 5 hari terakhir. Sayangnya harga jual tidak bisa naik atau tetap di kisaran Rp 32 000 per kg.

“Dapat SMS dari juragannya ayam, harga kulakan naik Rp 2 ribu. Tapi kami menjual tidak bisa naik, kalau dinaikkan pembeli lari,” kata salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Bunder Sriyatni (32), Minggu (26/5/2019).

Dia menguraikan harga beli daging kotor dari pengepul naik Rp 2000 pada sepekan terakhir. Pihaknya tidak mengetahui naiknya harga daging tersebut, padahal permintaan pasar saat ini sedang lesu.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Truk Tewaskan 3 Orang, Satu Bocah dan Ibu Serta Anaknya di Plupuh Sragen. Berawal dari Hindari Sepatu Roda Lalu Truk Nyasak dan Terguling

Kendati harga beli dari pengepul naik pihaknya tidak serta merta bida menaikkan harga jual, karena dikhawatirkan makin tidak laku.

“Saat ini harga jual Rp 32.000 per kg. Saat ini penjulan menurun dibndingkan dengan awal puasa lalu,” ujarnya.

Pedagang lainnya Ny Tinuk (52) juga mengeluhkan tingginya harga ayam hidup dari pengepul ini, sehingga mengakibatkan biaya produksi juga meningkat. Hanya saja pihaknya tidak bisa menaikkan harga jual, sehingga pedagang merugi.

“Ya jualan tetap Mas, Rp 32 ribu sejak awal puasa itu. Kalau dinaikkan tidak laku. Ya terpaksa ini merugi,” ucapnya.

Sementara itu, selain ayam harga sejumlah kebutuhan pangan lainya di Pasar Induk Kabupaten Sragen ini juga mencatatkan kenaikan.

Baca Juga :  Lewati 6 Kali Swab Test, Kuli Panggul Positif Covid-19 Asal Tanon Sragen Akhirnya Dinyatakan Sembuh. Sempat 27 Hari Jalani Perawatan Intensif

Seperti gula putih atau gula pasir yang naik dari Rp 11.000 menjadi Rp 12.500 perkg. Lantas tepung terigu cokro naik RP 10.000 per 25 kg.

Sementara, komoditas lainnya seperti minyak curah stabil termasuk gula merah.

Kemudian telur ayam harganya stabil berkisar antara Rp 17.900-18.000 per kg, sedangkan daging sapi kualitas super RP 100.000 dan kelas 2 Rp 90.000 per kg.

Harga Cabai Rawit justru turun hanya 12.000 per kg, cabai keriting dan merah besar teropong Rp 25 per kg. Termasuk harga beras kualitas bagus berkisar RP 10.000-12.000 per kg, kemudian harga bawang cuting Rp 40.000, cincau Rp 30.000 dan bawang merah Rp 25.000. Wardoyo