loading...
Loading...
Babinsa Kroyo, Sertu Sugito saat bercengkarama dengan ABK dalam giat komsos di SLBN Sragen Jumat (10/5/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM-  Suasana haru terlihat di SLB Negeri Kroyo, Karangmalang Jumat (10/5/2019). Pagi itu, ada tamu istimewa yang mendadak datang ke SLB.

Dia adalah Babinsa kel kroyo Sertu Sugito yang melaksanakan komsos dengan ibu-ibu wali murid SLB N Sragen di Kampung Kalibening Kroyo.

Namun melihat aparat berseragam, reaksi yang ditunjukkan anak-anak berkebutuhan khusus itu sungguh di luar dugaan.

Bukannya takut, mereka malah mendekat dan langsung nempel akrab dengan pak Tentara muda itu. Ya, rupanya pendekatan dan jiwa kesabaran Sertu Sugito menyentuh anak-anak ABK itu.

Baca Juga :  Calhaj Termuda Sragen Diketahui Berasal dari Tanon. Yang Tertua Berusia 93 Tahun Asal Kalijambe

Pada kesempatan Sertu Sugito  mengungkapkan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak ajaib. Sebagaimana penyandang disabilitas pada umumnya, ABK harus melintasi batasan-batasan yang luar biasa untuk meraih kesuksesan.

“Berkat pendidikan yang tepat, ABK akan menemukan potensi bakat intelegensia, sehingga bisa mengaktualisasikan diri dan meraih kesuksesan,” papar Sugito.

Melalui optimalisasi teknologi digital, keluarga ABK bisa mengupayakan pengadaan pendidikan dalam menemukan bakat intelegensia ABK. Menurutnya bila ABK bisa mengembangkan potensi intelegensia, mereka tidak hanya sekedar sukses, tetapi juga bisa menyebarkan inspirasi tidak bertepi.

Baca Juga :  Cerita Miris Veteran Pejuang Kemerdekaan di Sukodono Sragen Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Tak Layak. Kini Akhirnya Bisa Tersenyum Berkat Kolaborasi TNI dan BRI

Bahkan berpartisipasi aktif dalam memajukan peradaban bangsa. Hal ini akan memicu individu yang memiliki anggota tubuh yang lengkap  untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Bila ABK bisa meretas kesuksesan, mereka yang memiliki ‘label’ normal tentu juga bisa  sukses.

Baca Juga :  Geger Mayat Perempuan Ditemukan Menggantung di Tengah Hutan Perhutani RPH Tangen Sragen. Saat Ditemukan Kondisinya Sudah Mengeluarkan Bau Menyengat 

“Dalam mindset keluarga harus tertanam bahwa ABK merupakan anugerah Tuhan, bukan beban masyarakat. Bila mindset ini sudah tertanam dalam self-concept keluarga, maka komunikasi akan efektif karena secara psikologis (batiniah) ABK membuka diri-sosial (the social self). Ketika ABK mulai bisa bersosialisasi, maka saat itu pula ABK akan memiliki inisiatif untuk berinovasi dalam mengaktualisasikan diri,” pungkas Babinsa Kroyo. Wardoyo

Iklan
Loading...