loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

BREBES, JOGLOSEMARNEWS.COM  Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan kepada Sudarti (45) seorang janda pedagang marung makan (Warteg) “Susi” digelar oleh jajaran unit 1 Sat Reskrim Polres Brebes.

Kasus yang terjadi pada Kamis 4 April 2019 lalu tersebut diwarung sekitar lokasi Pabrik garmen didesa Jagapura Kecamatan Kersana berhasil diungkap oleh Polisi.

Pelaku tak lain adalah mantan suami korban, Samsudin (44) warga Desa Kubangpari, Kecamatan Kersana. Ia sempat kabur sebelum akhirnya ditangkap tim Resmob Polres Brebes dua hari berselang setelah kejadian.

Kegiatan reka ulang dipimpin oleh Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes Ipda Firmansyah dan jaksa Amir dari Kejaksaan Negeri Brebes.

Kegiatan yang mendapat pengawalan anggota bersenjata tim Resmob Polres Brebes tersebut dilakukan untuk memperjelas hasil pemeriksaan kasus tersebut.

Baca Juga :  Awas, Uang Palsu Beredar Untuk Taruhan Pilkades. Botoh di Rembang Dibekuk dengan 626 Lembar Upal Pecahan Rp 100.000an Hingga Recehan

“Tujuan reka ulang ini adalah untuk memperjelas hasil pemeriksaan kasus tersebut,” jelas Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono melalui Kanit I Ipda Reza dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Dalam reka uang tersebut, tersangka Samsudin melakukan 9 (sembilan) adegan. Mulai dari mendatangi korban diwartegnya dengan menggunakan sepeda motor.

Lalu memarkirkanya di samping warung hingga mengetuk pintu dan masuk kedalam warung.

Adegan lainnya, tersangka kemudian berbincang dengan korbanya dan terjadi cekcok. Sebelum akhirnya mencekik lehern dan memukul kepala korban sebanyak dua kali dengan menggunakan gagang sebilah golok.

Reza menambahkan, kasus pembunuhan terungkap berdasarkan hasil autopsi tim laboratorium forensik Polda Jawa Tengah, menunjukkan korban meninggal dunia karena mengalami hantaman atau kekerasan benda tumpul.

Baca Juga :  Kamarnya Dimasuki Maling, Sumi Menjerit Minta Tolong. Pelakunya Langsung Babak Belur Dimassa 

“Penyebab kematian korban terungkap akibat hantaman benda tumpul (gagang golok) yang biasa untuk memecah es batu yang dihantamkan di kepala korban,” imbuhnya.

Atas kasus tersebut, penyidik menjerat tersangka Samsudin dengan pelanggaran pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Wardoyo

 

Loading...