loading...
Loading...

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kota Bogor bekal mendapat keuntungan jika Ibukota RI jadi pindah keluar pulau Jawa.

Demikian dikatakan oleh walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Sebab, menurut Bima, selama ini kota Bogor terdampak karena ibu kota berada di DKI Jakarta.

“Menurut saya Bogor akan diuntungkan, karena kan sekarang banyak warga Jakarta yang terlibat di pemerintahan ini, memilih Bogor sebagai tempat tinggalnya,” kata Bima di Bogor, Jumat (3/5/2019).

Menurut Bima, letak geografis Kota Bogor yang tak jauh dari DKI Jakarta membuat kota hujan mengalami lonjakan penduduk, sedangkan aktivitas pusat pemerintahan sering berimbas ke Kota Bogor karena letaknya yang berdekatan.

Presiden Jokowi telah menggelar rapat di Istana Negara yang membahas rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Jawa pada Senin, 29 April lalu. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu turut diundang dalam membahas rencana pemindahan Ibu Kota.

Baca Juga :  Tak Hadiri Undangan KPK, Jokowi Pilih ke SMK Negeri 57, Apa Sebab?

Bima mengatakan, pada forum itu belum muncul nama daerah yang menjadi opsi kuat sebagai Ibu Kota.

“Saya lihat belum mengerucut, dari kriteria yang disampaikan, Pak Wakil Presiden menjelaskan tidak ada yang ideal,” kata dia.

Adapun dua pulau yang sempat menjadi pembahasan, yaitu Sulawesi dan Kalimantan. Tetapi, hal itu dianggap tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan pusat pemerintahan.

 

Dalam pembahasan itu, Bima menyebut pulau Sulawesi terkendala oleh “ring of fire” atau cincin api sehingga berpotensi tinggi bencana. Sedangkan pulau Kalimantan dianggap sumber daya airnya tidak mumpuni.

“Kalau cari tengah-tengah, itu antara Kalimantan dan Sulawesi. Tapi, tidak ada yang ideal ketika disusun. Bahkan Pak JK sebetulnya menyampaikan yang realistis adalah yang tidak jauh dari Jakarta,” kata Bima.

Baca Juga :  Pengamat Sebut Nama Besar Presiden Jokowi Jadi Magnet untuk Gibran dan Bobby Nasution

Mengenai rencana pemindahan ibu kota itu sendiri, Bima menilai akan membawa dampak positif dalam hal pemerataan pertumbuhan penduduk. Saat ini, menurut dia, pertumbuhan penduduk di Pulau Jawa dibandingkan dengan pulau lainnya jauh berbeda.

“Presiden menyampaikan bahwa kalau digeser ke tengah akan menyeimbangkan pertumbuhan penduduk. Menteri Keuangan optimis bisa, karena dananya bukan bersumber dari APBN saja, swasta juga,” kata dia.

www.teras.id

Loading...