JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Polsek Banjarsari Jaring Belasan PSK yang Nekat Mangkal di Bulan Ramadan

PSK yang diamankan aparat di Mapolsek Banjarsari, Kota Solo. istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
PSK yang diamankan aparat di Mapolsek Banjarsari, Kota Solo. istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aparat dari Polsek Banjarsari berhasil menjaring 11 pekerja seks komersil (PSK) yang nekat “menjemput rezeki” di bulan Ramadan. Operasi yang dilakukan di kawasan Banjarsari ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menertibkan PSK dan menghormati umat muslik dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Kanitreskrim Polsek Banjarsari, Iptu Syarifudin mengatakan, operasi penyakit masyarakat (pekat) ini sengaja digelar untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa risih dengan keberadaan para pekerja seks komersil (PSK) tersebut. Sehingga, pihaknya menggelar razia yang diadakan malam kemarin.

Baca Juga :  Danlanud Adi Soemarmo Pimpin Sertijab Danskadik 401, Danskadik 404 dan Kepala RSAU. dr. Siswanto

“Jadi ada masyarakat yang melapor ke kami. Merasa risih dipanggil-panggil saat lewat Jalan Setia Budi, Kelurahan Gilingan. Dari laporan tersebut, kami tindaklanjuti ternyata benar,” ungkap Syarifudin, Senin (13/5/2019) siang.

Menurutnya, mereka yang terjaring razia pekat merupakan wajah lama. Beberapa kali, sudah sering terjerat razia dan kembali lagi untuk menjajakan syahwat. Terkait hal itu, pihaknya akan menggandeng dinas sosial guna mengatasi masalah tersebut.

Mereka yang terjaring razia akhirnya di data dan diberikan penyuluhan agar tidak kembali menjajakan diri. Penyuluhan diberikan langsung oleh Kanitreskrim Polsek Banjarsari agar mereka bertaubat dan tak kembali ke jalan yang salah.

Baca Juga :  Kasus Kejahatan Perbankan UOB Solo, 3 Terdakwa Dituntut 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 5 Miliar

“Razia ini untuk memberikan mereka shock therapy supaya menghargai dan menghormati Bulan Ramadan,” kata Syarifudin.

Sementara itu, salah seorang PSK, DN (32) mengaku, baru dua bulan terakhir mangkal di kawasan Kelurahan Kestalan tepatnya sisi barat Stasiun Balapan Solo. Dirinya nekat menjajakan diri lantaran kepepet kebutuhan ekonomi.

“Ya mau bagaimana lagi. Kepepet butuh mas,” kata warga Prambanan, DIY itu sambil menyeka air matanya. Syahirul