loading...
Loading...
Petugas saat melakukan fogging. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) mengimbau masyarakat tak buru-buru meminta fogging apabila ada kasus DB. Sebab fogging bukan solusi mencegah DBD.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik tidak. Yang paling efektif adalah PSN,” papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karanganyar, Rita Ratna Sari Dewi.

Ia mengatakan hal tak kalah penting adalah masyarakat harus mengenali gejala DBD. Hal itu penting untuk mendeteksi dan melakukan penanganan secara dini sehingga tak berakibat fatal.

“Apabila panas demam naik lalu turun, dalam hitungan hari panasnya naik lagi, itu yang patut diwaspadai,” tuturnya.

Baca Juga :  Ribuan Butir Pil Koplo, Sabu dan Kosmetik Ilegal Diblender di Kejaksaan Karanganyar. Kejari Sebut Agar Tidak Disalahgunakan! 

Ia menambahkan selama empat bulan ini, jumlah kasus DBD di Karanganyar sudah mencapai 333 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 13 Dengue Shock Syndrome (DSS).

Sementara jumlah laporan suspect demam berdarah di Kabupaten Karanganyar ada sebanyak 535 kasus.

Mayoritas kasus terjadi di Kecamatan Karanganyar, Tawangmangu, Tasikmadu, Jaten, Kebakkramat, dan Colomadu.

Lantas di Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro, Jumantono, Matesih dan Ngargoyoso.

“Daerah dataran tinggi sudah kita cek, tapi tidak ada jentik nyamuk. Kita tidak bisa menghambat mobilisasi, mungkin saja ketika pergi ke suatu daerah ia tergigit nyamuk aedes aegypti,” jelasnya. Wardoyo

Loading...