JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Suspect Pasien DBD Karanganyar Capai 535 Kasus. Dinas Kesehatan Karanganyar Imbau Warga Tak Buru-buru Minta Fogging

Petugas saat melakukan fogging. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Petugas saat melakukan fogging. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) mengimbau masyarakat tak buru-buru meminta fogging apabila ada kasus DB. Sebab fogging bukan solusi mencegah DBD.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik tidak. Yang paling efektif adalah PSN,” papar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karanganyar, Rita Ratna Sari Dewi.

Ia mengatakan hal tak kalah penting adalah masyarakat harus mengenali gejala DBD. Hal itu penting untuk mendeteksi dan melakukan penanganan secara dini sehingga tak berakibat fatal.

Baca Juga :  Selamat dari Pembacokan, Wakapolres Karanganyar dan Satu Warga Solo Diganjar Penghargaan dari Kapolda Jateng. Total Ada 34 Personel dan 2 Warga Terima Penghargaan

“Apabila panas demam naik lalu turun, dalam hitungan hari panasnya naik lagi, itu yang patut diwaspadai,” tuturnya.

Ia menambahkan selama empat bulan ini, jumlah kasus DBD di Karanganyar sudah mencapai 333 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 13 Dengue Shock Syndrome (DSS).

Sementara jumlah laporan suspect demam berdarah di Kabupaten Karanganyar ada sebanyak 535 kasus.

Baca Juga :  Diduga Tersesat, Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Gunung Lawu Karanganyar. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Jalur Pendakian Gegerboyo

Mayoritas kasus terjadi di Kecamatan Karanganyar, Tawangmangu, Tasikmadu, Jaten, Kebakkramat, dan Colomadu.

Lantas di Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro, Jumantono, Matesih dan Ngargoyoso.

“Daerah dataran tinggi sudah kita cek, tapi tidak ada jentik nyamuk. Kita tidak bisa menghambat mobilisasi, mungkin saja ketika pergi ke suatu daerah ia tergigit nyamuk aedes aegypti,” jelasnya. Wardoyo