loading...
Loading...
Ilustrasi money politik

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Para Kades yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sragen dan perwakilan Kades dari 20 kecamatan mendukung pembentukan satgas anti money politik di Pilkades serentak 2019. Mereka juga sepakat penerapan sanksi tegas hingga diskualikasi calon Kades yang terbukti melakukan money politik apapun bentuknya.

“Memang ada satu dua Kades yang meragukan apa bisa. Tapi secara keseluruhan hampir semua Kades sudah sepakat dan mendukung wacana pembentukan Satgas Anti Money Politik. Minimal mencegah dan memberikan kehati-hatian karena berkaca pada Pilkades dan Pileg kemarin money politiknya memang luar biasa,” papar Ketua FKKD Sragen, Sutrisna Minggu (16/6/2019).

Baca Juga :  Enam Jabatan Kadinas Sragen Kosong, Bupati Wajibkan Semua Pejabat Eselon III Ikut Lelang Jabatan!

Kesepakatan itu mencuat dari pertemuan FKKD dan perwakilan 20 Kades yang digelar di Sragen, kemarin.

Perihal konsep penerapan Satgas di lapangan, Sutrisna mengatakan nantinya akan dirumuskan bersama dengan bupati, tim kabupaten, kejaksaan maupun kepolisian.

Menurutnya, hasil dari FKKD akan dibawa untuk dibahas bersama bupati dan tim kabupaten yang diagendakan awal pekan ini.

Selain itu, forum juga sepakat terkait pemberian sanksi tegas hingga diskualifikasi bagi calon yang melakukan money politik.

Baca Juga :  Kawal Gerakan Perang Money Politik, Polres Sragen Kerahkan 264 Babin. Kapolres: Tidak Ada Satupun Babin Yang Tak Tahu Tugas Pokoknya! 

“Tapi memang harus ada klasifikasi yang jelas. Definisi money politik, apa saja yang termasuk money politik. Apakah kalau calon memberi kas ke RT, memberi gulo teh saat sowan ke warga itu termasuk money politik, semua harus dijelaskan,” paparnya.

Menurutnya soal sanksi diskualifikasi, para Kades juga setuju dan mendukung.

“Memang di UU Desa, Perbup dan Perda nggak ada yang mengatur money politik atau menyebut sanksi. Tapi kan di KUHAP ada pasal barang siapa memberi untuk tujuan tertentu bisa dijerat pidana. Itu yang nanti bisa digunakan,” terangnya.

Baca Juga :  Akhirnya Oknum Mafia Penunggak Setoran Parkir Rp 350 Juta di Sragen Terlacak. Dipanggil Dinas, Langsung Sanggupi Bayar Tiap Hari 

Wakil Ketua FKKD, Siswanto menambahkan forum memang sudah sepakat untuk memerangi dan menyetop segala bentuk money politik di Pilkades. Hasil pembahasan itu nantinya akan didiskusikan dengan bupati.

“Forum juga mendorong bupati untuk merumuskan bagaimana konsep untuk stop money politik di Pilkades serentak nanti. Yang jelas, intinya para Kades dan FKKD sudah satu suara mendukung mencegah money politik. Juga sanksi diskualifikasi biar ada efek jera,” tandasnya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...