JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Ini Tips Menyantap Makanan Saat Lebaran Agar Tetap Sehat

Ilustrasi makanan berlemak. pexels
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Ilustrasi makanan . pexels

JOGLOSEMARNEWS.COM – Selain bermaaf-maafan lebaran juga identik dengan barbagai makanan dan camilan. Mulai dari aneka kue, minuman hingga makanan besar. Sebagian besar makanan itu berbahan daging atau ayam, berkuah santan, seperti opor ayam, rendang, semur daging, sayur labu siam, gulai, dan sebagainya.

Belum lagi minuman manis yang sering menjadi teman, mulai dari teh manis sampai es sirup. Seperti dikutip laman WHO, hal yang paling sulit dilakukan orang saat Lebaran, bahkan sejak Ramadan, adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Jumlah makanan yang kita santap selama Lebaran juga dipastikan lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Belum lagi bila kita berkunjung ke rumah kerabat dan disajikan aneka makanan yang tak kalah menggiurkan.

Namun demikian, sungguh penting untuk tetap menjaga kesehatan selama Lebaran sehingga kita bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama keluarga dan kerabat. Pemilihan makanan yang sehat salah satunya, tapi akan lebih baik lagi bila diimbangi dengan kegiatan fisik, misalnya berjalan kaki minimal 45 menit sehari.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Sembuh Masih Mungkin Membawa Virus

Jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai saat Lebaran dan konsumsinya harus dibatasi di antaranya adalah makanan berkuah santan, seperti opor, gulai, dan sayur labu siam teman makan ketupat. Santan mengandung lemak jenuh yang tinggi sehingga bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah bila konsumsinya tidak dibatasi.

Selain itu, waspadai pula jeroan yang mengandung kolesterol dan asam urat tinggi. Jeroan biasanya dijadikan campuran sayur, misalnya irisan ampela di sayur labu, atau hati sebagai pelengkap sambal goreng kentang. Hati dan ampela ayam juga bisa ditemui di opor.

Daging merah biasanya dijadikan semur atau rendang. Konsumsinya pun sebaiknya dibatasi, terutama yang kuahnya mengandung santan, seperti rendang. Kolesterol pada ayam memang tak sebanyak daging merah, tapi perhatikan untuk tidak menyertakan kulitnya ke dalam opor karena di kulit mengandung lemak dan kolesterol terbanyak.

Baca Juga :  Sariawan Pada Anak Banyak Penyebabnya, Tapi Ternyata ini yang Paling Sering

Makanan lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah kue-kue manis, baik basah maupun kering. Jangan terlalu banyak menyantapnya bila tak ingin kadar gula darah berlebih.

Agar konsumsi makanan tak sehat bisa sedikit terkontrol, cobalah gunakan piring kecil, yang biasanya untuk camilan, saat makan sehingga porsi makan tak berlebihan. Lalu, untuk mengimbangi kelebihan lemak, kolesterol, dan asam urat yang masuk ke tubuh, jangan lupa makan buah-buahan dan sayuran hijau. Serat dari buah dan sayur bisa menyerap kelebihan lemak dan kolesterol.

Minum air putih yang cukup juga dapat mengimbangi kolesterol, kalori, dan lemak yang masuk ke tubuh sekaligus menjadi media untuk membersihkan berbagai macam kelebihan zat berbahaya dan racun.

www.tempo.co