loading...
Loading...
Syed Saddiq membaca buku (Instagram @syedsaddiq)

JOGLOSEMARNEWS.COM – Bahasa Inggris menjadi salah satu keahlian yang harus dimiliki seseorang dalam menunjang karier. Sebagian besar orang rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa menguasai bahasa Inggris.

Berbeda dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, ia punya cara lain. Menpora Malaysia itu mahir berbahasa Inggris dari hobinya membaca buku.

Menteri termuda di Malaysia ini menceritakannya melalui unggahan foto di akun Instagram miliknya, @syedsaddiq.Ia memasang foto dirinya yang sedang membaca di tengah tumpukan buku.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

Sebagai bentuk kilas balik, Syed Saddiq yang menggunakan kaus merah itu pun mengatakan bahwa kefasihannya dalam berbahasa Inggris datang dari aktivitas sederhana itu. Ia juga menyebutkan bahwa orang tuanya lah yang memperkenalkan hobi membaca kepadanya.

“Saya belajar bahasa Inggris dari banyak membaca buku. Ibu saya yang merupakan seorang guru selalu memberikan upah buku dari setiap perlakuan baik yang dilakukan anak-anaknya,” katanya pada keterangan foto yang diunggah pada Ahad, 2 Mei 2019 itu.

Baca Juga :  HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

Syed Saddiq juga memberitahu buku bacaan favoritnya. Saat masih kecil, ia adalah pecinta serial buku Goosebumps karya R. L. Stine. Menurutnya, selain karena jalan ceritanya, buku tersebut juga menawarkan berbagai edisi yang dilengkapi dengan permainan penambah keseruan.

Baca Juga :  Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional

“Contohnya, Anda harus menghadapi sejumlah drakula dan untuk mengetahui nasib Anda, buka halaman xxx (sekian),” katanya.

Sebagai penutup, ia lantas tak lupa mengingatkan pentingnya membaca. Sebab layaknya perumpamaan, buku adalah emas. Sedangkan membaca adalah jembatan untuk mendapatkan harta berharga itu.

“Walaupun jadwal kita padat, jangan pernah lupa untuk menyelesaikan setidaknya satu buku bacaan setiap minggunya,” katanya.

www.tempo.co

Iklan
Loading...