JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Klaten

Kisah Haru Nenek Korban Gempa Jogja Dipertemukan Dengan Saudaranya Setelah 13 Tahun Terpisah Berkat Bantuan 2 Polisi. Sang Nenek Ditemukan Saat Menggelandang di Jalan 

Foto/Humas Polda
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Foto/Humas Polda

KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kisah haru tercipta di balik musibah gempa dahsyat yang meluluhlantakkan Jogja 13 tahun silam. Seorang nenek renta akhirnya dipertemukan dengam saudaranya setelah 13 tahun hilang tanpa jejak.

Bak cerita sinetron, sang nenek itu ditemukan saat menggelandang di jalan Solo-Jogja.  Kisah pertemuan saudara itu bermula ketika dua personel Polsek Jogonalan Klaten, Aiptu Yuli bersama Brigadir Polisi Kepala Muh Dwi Habsoro melaksanakan tugas jaga siang hari, Selasa (18/6/2019).

Siang tadi, mereka mendadak kedatangan tamu salah satu warga yang meminta tolong kepada petugas.

Orang tersebut mengaku bernama Agustinus Tri yang yang berasal dari Bantul, Yogyakarta. Menerima laporan itu, kemudian Bripka Muh Dwi Habsoro menerima Agustinus Tri di ruang tamu Mapolsek Jogonalan dan meminta ijin untuk mengecek identitas orang tersebut.

Setelah petugas melihat identitas orang tersebut bahwa benar bernama Agus, kemudian bertanya tentang permasalahan yang akan di laporkan.

Dan saat itu juga, Agustinus memberitahukan kepada petugas saat sedang melakukan perjalanan ke arah Kota Klaten, melihat seseorang wanita berumur sekitar 60 tahun berjalan kaki sendirian ke arah timur.

Baca Juga :  Tertangkap Razia di Depan Polsek Kemalang Klaten, 6 Pengendara Dapat Sanksi Ini!

Di hadapan polisi, Agus mengaku sepintas mengenali seseorang tersebut merupakan salah satu anggota keluarganya yang bernama Juminten yang telah hilang selama 13 tahun pasca bencana gempa bumi 27 Mei 2006 silam.

Setelah mendengar penjelasan dari Agus, kemudian Bripka Habsoro memberitahukan kepada Aiptu Yuli atas berita yang telah dia terima. Kemudian petugas bersama pihak keluarga mendatangi tempat di mana Agus melihat seseorang yang dirasa merupakan anggota keluarganya itu.

Usai menelusuri jalan Yogya-Solo tepatnya di Dukuh Karangdukuh, Karangdukuh Kecamatan Jogonalan, tim melihat seorang ibu sedang berjalan kaki sendirian.

Aiptu Yuli bersama Bripka Habsoro pun langsung turun menghampiri ibu tersebut. Kemudian bersama perwakilan keluarga mengajak berbicara serta mengenali perempuan atas baya tersebut.

Semula perempuan tersebut menolak dan berusaha menghindar dari petugas. Kemudian petugas berusaha menenangkan dan menjelaskan kepada ibu tersebut maksud kedatangan petugas.

Setelah tenang, kemudian petugas mengajak perwakilan keluarga untuk mengenalinya. Saat Agus melihat ke arah muka sang perempuan, sontak langsung memeluk ke arah ibu tersebut.

Momen haru pun tercipta. Linangan air mata dan pelukan erat mewarnai pertemuan saudara yang 13 tahun terpisah itu.

Baca Juga :  Deklarasi Cinta Damai, Kapolda Jateng Sebut Masyarakat Daya Tangkal Rendah Akan Mudah Terprovokasi!

Agus pun membenarkan bahwa seseorang tersebut merupakan salah satu keluarga nya yang terpisah yang bernama ibu Juminten. Setelah sama-sama meyakini, akhirnya petugas membawa Juminten ke Rumah Sakit Soedjarwadi, Klaten untuk mendapatkan perawatan.

“Maturnuwun bapak-bapak polisi sampun bantu kulo lan keluarga, sampun 13 tahun niki pisah, lan dinten niki saget ketemu kaliyan mbak yu kulo (Terimakasih bapak polisi sudah membantu saya dan keluarga, sudah 13 Tahun ini berpisah, dan hari ini dapat bertemu sama kakak saya)” ujar Bapak Ahmad Rozid yang merupakan salah satu keluarga dari Ibu Juminten.

Ditempat terpisah Kapolsek Jogonalan Polres Klaten, Iptu Rizky mewakili Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi membenarkan hal itu.

Ia mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas tindakan yang telah dilakukan oleh anggotanya serta mengatakan bahwa semua yang telah dilakukan oleh anggotanya bisa berhasil mempertemukan kedua saudara yang lama terpisah itu.

“Bapak Agus dengan Ibu Juminten, dapat terjadi atas ijin dari Tuhan YME yang saat itu dilakukan melalui petugas Polsek Jogonalan Polres Klaten,” papar Kapolsek dilansir Tribratanews Polda Jateng. JSnews