loading...

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DIY menggagas uji coba. Tujuannya untuk mengetahui, bagaimana rekayasa jalur yang ideal dan tampak dari penataan tersebut.

Uji coba ini nantinya untuk mengetahui bagaimana rekayasa jalur yang ideal dan dampak dari penataan ini.

“Rencananya memang Malioboro bebas dari kendaraan. Konsepnya kan pedestrian sehingga kendaraan bermotor pun tidak boleh melintas kecuali bus Trans Jogja, ” ujar Sekda DIY, Gatot Saptadi, Minggu (2/6/2019).

Gatot menjelaskan, konsep tidak ada kendaraan bermotor yang melintas ini tentunya akan berpengaruh pada manajemen lalu lintas dan juga aspek lain.

Untuk itu, simulasi sekitar dua sampai tiga hari ini akan mengetahui titik mana yang berdampak dan juga tentang penataan lalu lintas kedepannya.

Baca Juga :  Malioboro Mendadak Heboh, Warga yang Melintas Berebut Bakpia Gratis dari Pedagang yang Sepi Pembeli

“Dari segi lalu lintas ditata dan jika dilihat dampaknya berpengaruh pada manajemen lalu lintas. Hal ini harus dilihat secara menyeluruh, tidak bisa persegmen,” jelasnya.

Konsep pedestrian ini, tentu saja harus dibarengi dengan penataan di Malioboro. Utamanya adalah para pedagang kaki lima yang mencari uang di sisi barat dan sisi timur.

Untuk PKL di sisi barat, nantinya akan ditata dengan menghadap ke luar jalan atau menghadap ke toko. Di sisi barat ini, PKL yang mendominasi adalah para penjual cendera mata, kerajinan ataupun kain batik.

Baca Juga :  Hampir Sebulan Sepi Karena Virus Corona, Pasar Beringharjo Yogyakarta Mulai Bergeliat

“Kedepan tidak ada lagi PKL nempel di toko. Untuk PKL sisi timur pun nanti akan ditata, kami masih menunggu perkembangan eks bioskop Indra dan pasar sore, ” jelasnya.

www.tribunnews.com